Pentagon Akui 4 Tentara AS Tewas, Menhan tak Menyangkal Opsi Invasi Darat ke Iran
Ansari Hasyim March 03, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Pentagon mengonfirmasi jumlah korban jiwa tentara Amerika Serikat dalam operasi militer melawan Iran bertambah menjadi empat orang. 

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam pengarahan resmi terbaru kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Hegseth menjelaskan bahwa sebagian besar ancaman yang masuk ke arah pasukan AS berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Namun, satu serangan dilaporkan mampu menembus lapisan pertahanan dan menghantam pusat operasi taktis yang disebutnya sebagai fasilitas “dibentengi”.

Menurutnya, senjata yang digunakan dalam serangan tersebut tergolong sangat kuat atau “powerful”, sehingga mampu menyebabkan kerusakan signifikan meski berada di bawah perlindungan sistem pertahanan berlapis.

Baca juga: Drone Iran Hantam Kilang Saudi Aramco, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

“Sebagian besar proyektil berhasil kami netralisir. Namun ada satu yang berhasil menembus dan menghantam pusat operasi taktis,” ujar Hegseth.

Militer AS sebelumnya telah menyampaikan bahwa empat personel dinas tewas dalam rangkaian operasi yang sedang berlangsung.

Namun hingga kini, detail lebih lanjut mengenai lokasi pasti dan kronologi serangan belum diungkapkan secara rinci.

Dalam kesempatan yang sama, Hegseth menegaskan bahwa saat ini tidak ada pasukan darat AS yang dikerahkan di wilayah Iran.

Meski demikian, ia menolak untuk secara tegas mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan darat di masa depan.

“Kami akan bertindak sejauh yang diperlukan untuk memajukan kepentingan Amerika Serikat,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Washington akan bertindak tegas tanpa bersikap ceroboh.

Hegseth mempertanyakan logika membeberkan opsi-opsi militer secara terbuka.

Menurutnya, tidak masuk akal memberi tahu musuh tentang langkah apa yang mungkin diambil AS dalam mencapai tujuannya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.