TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE – Sosok Indra Waspada Yuda menjadi perhatian setelah insiden ricuh pasca pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie.
Perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu bukan sosok baru dalam penanganan situasi genting.
Laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 antara PSM Makassar dan Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Senin (2/3/2026) malam, berakhir panas.
PSM tumbang 2-4 setelah sempat unggul dua gol. Kekalahan ini menjadi yang keempat beruntun bagi Juku Eja.
Kekecewaan suporter tak terbendung.
Sejumlah penonton merangsek masuk ke lapangan sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Beberapa di antaranya menyalakan flare dan melempar petasan.
Ada pula yang mencoba merusak fasilitas stadion.
Flare merupakan alat suar yang memancarkan api terang dan asap berwarna.
Sementara petasan menghasilkan ledakan keras. Keduanya dilarang dibawa ke stadion karena berisiko memicu kebakaran, kepanikan, hingga cedera.
Kapolres: Bukan Kecolongan
Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, mengakui ada barang terlarang yang berhasil masuk ke dalam stadion.
Namun ia menolak menyebut pengamanan sebagai kecolongan.
“Bukan kecolongan, tapi memang berhasil lolos. Pengamanan dilakukan malam hari dengan keterbatasan visual. Ada titik pemeriksaan yang pencahayaannya kurang maksimal,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com usai pertandingan.
Menurutnya, situasi di lapangan hanya berupa “riak-riak” luapan emosi suporter akibat rentetan hasil buruk PSM.
“Sampai saat ini tidak ada laporan kontak fisik dengan pemain. Itu hanya bentuk penyampaian aspirasi,” katanya.
Ia juga mengakui jumlah personel pengamanan dikurangi karena menyesuaikan jumlah tiket terjual dan analisis intelijen.
“Prediksi penonton tidak terlalu banyak, sehingga personel kita kurangi,” jelasnya.
Insiden ini berpotensi menjadi perhatian operator liga dan PSSI. Ancaman sanksi untuk PSM pun terbuka.
Comeback Menyakitkan
PSM sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan.
Yuran Fernandes mencetak gol lewat penalti pada menit ke-9. Keunggulan digandakan Aloisio Neto Soares melalui sundulan menit ke-26.
Namun keunggulan itu runtuh cepat.
Aleksa Andrejic memperkecil skor menit ke-35 lewat penalti. Dua menit berselang Pablo Ganet menyamakan kedudukan.
Persita berbalik unggul lewat Royco Rodriguez pada menit ke-75. Hokky Caraka memastikan kemenangan 4-2 lewat solo run di menit ke-88.
Dalam 12 pertandingan terakhir, tim asuhan Tomas Trucha hanya mencatat satu kemenangan, sembilan kekalahan, dan dua hasil imbang.
Tekanan terhadap manajemen dan tim semakin besar.
Profil AKBP Indra Waspada Yuda
AKBP Indra Waspada Yuda resmi menjabat Kapolres Parepare berdasarkan Surat Telegram Kapolri Listyo Sigit Prabowo Nomor ST/1423/VI/KEP.2025 tertanggal 24 Juni 2025.
Indra menggantikan AKBP Arman Muis dan dilantik pada 8 Juli 2025.
Lulusan Akpol 2006, Karier di Jalur Reserse
Indra merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2006.
Sejak awal kariernya, ia banyak ditempatkan di bidang reserse dan penegakan hukum.
Ia pernah menjabat sebagai:
Kasatnarkoba Polres Sidrap
Kasatreskrim Polres Sidrap
Di wilayah itu, ia dikenal agresif membongkar jaringan peredaran narkotika lintas kabupaten.
Penangkapan bandar besar dan pengungkapan kasus berantai membuat namanya diperhitungkan.
Julukan 'The Drugs Crime Hunter' melekat karena konsistensinya mengejar jaringan hingga ke akar.
Pernah Tangani Kasus Korupsi di Yogyakarta
Kariernya kemudian berlanjut ke luar Sulawesi Selatan.
Indra dipercaya menjabat Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di posisi ini, ia menangani perkara-perkara korupsi bernilai miliaran rupiah.
Ia dikenal mengedepankan pendekatan profesional dan koordinatif, bekerja sama dengan kejaksaan dan auditor negara dalam proses pembuktian.
Rekam jejaknya di bidang narkotika dan tipikor membuatnya dianggap memiliki pengalaman lengkap dalam penanganan kejahatan serius.
Pendidikan dan Gaya Kepemimpinan
Selain Akpol, Indra juga menempuh pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Ia turut memperdalam keilmuan manajemen dan hukum melalui pendidikan di Universitas Bina Nusantara (Binus).
Kombinasi pendidikan formal dan pengalaman lapangan membentuk karakter kepemimpinannya: tegas dalam penindakan, namun komunikatif kepada publik.
Selama bertugas, ia dikenal tidak hanya memimpin dari balik meja.
Ia kerap turun langsung ke lapangan, memantau patroli malam, berdialog dengan masyarakat, hingga menyambangi lokasi rawan kejahatan.
Kembali ke Kampung Halaman
Penugasan sebagai Kapolres Parepare menjadi momen “pulang kampung” bagi Indra.
Sebagai putra Sulawesi Selatan, ia memahami karakter sosial dan dinamika masyarakat setempat.
Dalam sejumlah kesempatan, ia menekankan visinya:
-Polri yang memberi rasa aman
-Polri yang melayani
-Polri yang mendukung pembangunan
Insiden ricuh usai laga PSM menjadi salah satu ujian pengamanan besar di masa kepemimpinannya.
Saat flare dan petasan lolos ke stadion, ia memilih menjelaskan secara terbuka dan membantah istilah “kecolongan”.
Baginya, pengamanan bukan soal pencitraan, melainkan evaluasi teknis dan perbaikan sistem.
Dengan rekam jejak sebagai pemburu narkoba dan penyidik korupsi, publik kini menanti bagaimana Indra memperkuat sistem pengamanan event besar di Kota Parepare ke depan. (*)