Direct Flight Makassar-Jeddah Tetap Normal saat Kemenhaj Minta Tunda Keberangkatan
Ansar March 03, 2026 05:05 AM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penerbangan langsung Makassar-Jeddah tetap normal di tengah imbauan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar para calon jamaah menunda keberangkatan umrah.

Saat ini, 358 jamaah umrah Sulawesi Selatan masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah.

Imbauan penundaan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mempengaruhi stabilitas regional.

Meski demikian, hingga Senin (2/3/2025), belum ada laporan pembatalan penerbangan umrah melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Aktivitas di terminal keberangkatan terpantau normal tanpa penumpukan penumpang.

“Data sementara jamaah umrah Sulsel di Saudi 358 jamaah,” kata Kakanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail, Senin.

Ia menegaskan ratusan jamaah tersebut tidak tertahan akibat konflik.

Mereka masih menjalankan ibadah dan memang belum memasuki jadwal kepulangan.

Ikbal juga memastikan penerbangan langsung dari Makassar menuju Jeddah dalam kondisi normal.

“Penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah normal saja. Yang berpotensi terdampak mungkin penerbangan transit. Kalau dari Makassar rata-rata langsung, tidak perlu transit,” katanya.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengatakan terdapat dua penerbangan menuju Jeddah yang tetap beroperasi pagi ini.

Penerbangan tersebut dilayani Flyadeal pada pukul 07.30 Wita dan Lion Air pada pukul 09.41 Wita.

“Flyadeal jumlah 110 pax, sementara Lion Air berangkat tanpa penumpang, hanya ferry flight,” ujarnya.

Menurutnya, operasional tetap normal karena rute penerbangan tidak melintasi wilayah konflik Iran–Israel.

Sementara itu, salah satu agen travel umrah, Ahmad Yani, mengaku belum menerima informasi resmi terkait tindak lanjut imbauan penundaan tersebut.

“Belum ada informasi pasti dari pihak travel bagaimana kelanjutannya. Kami masih menunggu,” katanya.

Ia menyebut jadwal keberangkatan terdekat dari travelnya direncanakan pada 9 Maret mendatang, namun belum ada kepastian apakah tetap berangkat atau ditunda.

Agen lainnya, Rahmawati, mengatakan aktivitas travel masih berjalan normal. Bahkan hari ini 26 jamaah tetap berangkat melalui Bandara Sultan Hasanuddin.

“Info yang kami terima, semua maskapai masih on schedule, tidak ada penundaan. Mungkin saat ini jalur yang dilalui masih aman saja,” ujarnya.

Tunda Umrah

Kemenhaj mengimbau calon jamaah umrah menunda keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah dalam waktu dekat.

Imbauan tersebut langkah preventif menyusul gejolak keamanan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Berdasarkan keterangan resmi Kemenhaj RI, pemerintah juga meminta seluruh jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Kemenhaj bersama Kemenlu terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah yang terdampak, termasuk yang mengalami penundaan kepulangan, dapat tertangani dengan baik dan memperoleh kepastian informasi.

Transit Terganggu

Konflik melibatkan Iran berdampak pada sejumlah penerbangan internasional, terutama yang transit di negara-negara kawasan Teluk yang terdampak penutupan atau pembatasan wilayah udara.

Hal itu disampaikan Dr H Alwi Nuluddin Lc yang saat ini berada di Madinah, Arab Saudi.

Ia menyampaikan informasi tersebut berdasarkan kondisi penerbangan di tengah dinamika kawasan.

“Secara umum, kondisi yang terdampak dari konflik Iran lebih banyak dirasakan oleh penerbangan yang harus transit di negara-negara yang terdampak penutupan atau pembatasan wilayah udara,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Sejumlah maskapai yang biasa transit di kawasan Teluk antara lain Etihad Airways (Abu Dhabi), Emirates (Dubai), dan Qatar Airways (Doha).

Menurutnya, jika terjadi penutupan atau pembatasan airspace di sekitar Teluk, maka penerbangan yang transit di Abu Dhabi, Dubai, atau Doha berpotensi mengalami keterlambatan (delay), pengalihan rute (reroute), hingga penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan.

Namun, untuk penerbangan langsung (direct) dari Indonesia menuju Saudi, sejauh ini relatif tidak terdampak.

Maskapai yang melayani rute langsung Indonesia-Saudi antara lain Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia.

“Selama rutenya langsung Jakarta–Jeddah atau Jakarta–Madinah dan tidak transit di negara yang terdampak, umumnya tetap beroperasi normal, selama tidak ada kebijakan baru dari otoritas penerbangan,” jelasnya.

Ia mengimbau para jamaah dan penumpang untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai maupun otoritas penerbangan guna mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal sewaktu-waktu.

Saat ini, situasi di Madinah dilaporkan dalam kondisi aman. Aktivitas penerbangan langsung dari Indonesia juga masih berjalan sebagaimana biasa.

Sebagian jemaah umrah yang berada di Arab Saudi pun masih bisa kembali ke Tanah Air meski situasi Timur Tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.(nur/qih/zis)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.