TRIBUNNEWS.COM - Rasanya sulit membayangkan Tottenham degradasi ke divisi Championship musim depan. Bagaimana bisa jawara Liga Eropa musim 2024/2025 itu turun kasta?
Perjalanan Tottenham memang belum berakhir, masih ada 10 laga yang bisa diperjuangkan. Tapi, selisih empat poin dengan West Ham yang berada di batas zona merah degradasi saat ini adalah ancaman nyata, jika Spurs tidak segera berbenah hukuman akan menghampiri mereka untuk pertama kalinya dalam 49 tahun.
Ya, tim berjuluk The Lilywhites itu hampir lima dekade bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League.
Tottanham terakhir kali degradasi pada musim 1976/1977 karena menempati urutan terbawah Liga Inggris dari 22 peserta.
Namun, tak butuh waktu lama bagi Spurs untuk kembali ke Liga Inggris. Musim berikutnya mereka berhasil promosi dan bertahan hingga saat ini.
Pelatih Tottenham, Igor Tudor punya keyakinan bahwa tim London Utara ini bisa selamat dari jeratan degradasi di akhir musim.
Tapi, timnya butuh motivasi lebih dari sejumlah permasalahan yang terjadi di dalam tim.
Banyak aspek yang melatarbelakangi penurunan performa Tottenham, dan itu hampir merata terjadi di setiap lini permainan.
Dua kekalahan beruntun yang dialami Igor Tudor setelah menggantikan Thomas Frank menambah panjang catatan minor Tottenham yang tidak pernah menang dalam 10 pertandingan terakhir sejak awal tahun 2026.
"Kami kurang dalam hal menyerang. Kami kurang kualitas untuk mencetak gol. Kami kurang dalam pergerakan di lini tengah. Kami kurang dalam hal bertahan untuk menahan serangan dan tidak kebobolan," ungkap Igor Tudor setelah dikalahkan Fulham, dikutip dari Sky Sports.
Situasinya luar biasa.
Tidak ada yang bisa diunggulkan dari Tottenham dalam periode ini dan menggambarkan betapa buruknya tim saat ini.
Faktanya, Tottenham tidak pernah unggul terlebih dahulu dalam lima pertandingan Liga Inggris di bulan Februari.
Kali terakhir Tottenham unggul atas lawannya terjadi saat melawan Burnley pada 25 Januari lalu.
Salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan Richarlison dan kolega dalam menguasai bola maupun kehilangan penguasaan bola secara keseluruhan.
"Lihatlah pola permainan Fulham. Mereka menempatkan pemain di posisi yang tepat untuk membuka ruang di lapangan," komentar Tim Sherwood, mantan pelatih Tottenham.
"Para pemain berposisi melebar untuk menjaga keseimbangan, penyerang di lini depan dan pemain pendukung, itu adalah kebalikan dari apa yang dimiliki Tottenham," tegasnya.
Sejak awal tahun 2026, Tottenham hanya menguasai bola rata-rata 35 persen untuk mencapai ke sepertiga akhir lapangan.
Hanya dua tim terbawah yang memiliki persentase lebih buruk, yakni Wolves dan Burnley.
Pasca-pertandingan itu, Tudor mengatakan bahwa timnya kurang memiliki kemampuan untuk bersaing dalam duel melewati garis tengah lapangan.
Situasi tersebut bahkan membuat staf pelatih tidak bisa berbuat banyak. Igor Tudor yang awalnya antusias menangani tim ini harus bekerja lebih keras demi terhindar dari degradasi.
Kabarnya, laga melawan Crystal Palace tengah pekan ini akan menjadi sorotan bagi Igor Tudor, jika timnya gagal menang ia akan dilengserkan dari kursi kepelatihan.
Perlu diketahui, statistik Sky Sports menyebutkan, Spurs berada di peringkat terbawah dalam hal duel Udara yang dimenangkan sejak awal tahun 226.
Kemudian, mereka telah melakukan lima kesalahan yang berujung gol. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di Liga Inggris.
Tidak ada tim lain yang melakukan banyak kesalahan yang berujung pada tembakan.
Hal itu membuat Tottenham memiliki angka kebobolan expected goals tertinggi di Liga Inggris musim ini.
Masalah lainnya ada di lini tengah, tidak ada pemain yang memiliki kecepatan, tidak ada pemain yang memiliki karakter, dan visi bermain yang jauh dari harapan.
"Kami kekurangan pemain di lini tengah untuk berlari," bebernya.
"Mereka kelelahan. Untuk melakukan pressing tinggi, Anda harus bugar, tetapi semuanya harus bugar, karena jika satu orang tidak dalam kondisi yang baik akan ada masalah. Dan yang kedua ada tujuan lain yang harus mereka lindungi."
"Untuk berlari ke sana (satu arah) itu muda, tetapi Anda perlu berlari Kembali. Jadi jika Anda berlari ke atas dan tidak berlari kembali, itu akan menjadi masalah," tegasnya.
Pekan 29 Liga Inggris akan berlangsung tengah pekan ini, Tottenham akan menjamu Crystal Palace di Tootenham Hotspur Stadium pada JUmat (6/3/2026) pukul 03.00 WIB.
(Tribunnews.com/Sina)