TRIBUNTRAVEL.COM - Sebanyak 17 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan pada Minggu (1/3/2026), imbas memanasnya konflik Iran.
Kondisi ini berdampak langsung pada wisatawan dan calon penumpang yang sudah memesan tiket jauh-jauh hari, termasuk jemaah umrah, pebisnis, hingga pelancong yang hendak transit ke Eropa melalui kota-kota di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: 6 Tempat Wisata Dekat Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Buat Liburan Singkat
Baca juga: 7 Hotel Bintang 3 Dekat Bandara Soekarno-Hatta yang Nyaman untuk Menginap
Berdasarkan data operasional hingga pukul 10.00 waktu setempat, terdapat 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal.
Dilansir dari kompas, rinciannya terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 19 penerbangan keberangkatan (departure).
Baca juga: 6 Tempat Wisata Dekat Bandara Soekarno–Hatta Tangerang, 30 Menit Naik Kendaraan
Baca juga: 5 Hotel Dekat Bandara Soekarno-Hatta untuk Transit, Mulai Rp 400 Ribuan per Malam
Dari total tersebut, 38 merupakan penerbangan reguler dan 1 penerbangan charter.
Namun, dari keseluruhan jadwal itu, 17 penerbangan dipastikan batal beroperasi.
Rincian Rute Timur Tengah yang Terdampak
Adapun rute yang terdampak pembatalan mencakup sejumlah kota utama di Timur Tengah, yakni:
Dari rute-rute tersebut, berikut daftar 17 penerbangan yang dibatalkan:
Rute Abu Dhabi (AUH)
Rute Doha (DOH)
Rute Dubai (DXB)
Rute Jeddah (JED)
Rute Madinah (MED)
Bagi kamu yang sudah memesan tiket ke Doha, Dubai, Abu Dhabi, Jeddah, atau Madinah, penting untuk segera mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.
Baca juga: Resmi Re-Branding, Sahid Bandara Soekarno Hatta Siap Menyambut Wisatawan dan Pelancong Bisnis
Bagaimana Nasib Penumpang yang Sudah Memesan Tiket?
Pembatalan ini membuat banyak wisatawan harus menyesuaikan ulang rencana perjalanan.
Beberapa di antaranya terpaksa menjadwalkan ulang penerbangan (reschedule), mengajukan pengembalian dana (refund), atau mencari alternatif rute melalui negara lain yang tidak terdampak konflik.
Maskapai umumnya memberikan opsi penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan atau pengembalian dana sesuai kebijakan masing-masing.
Namun, proses ini bisa memakan waktu, terutama jika jumlah penumpang terdampak cukup besar dalam satu hari.
Bagi penumpang umrah yang hendak menuju Jeddah atau Madinah, situasi ini tentu menjadi perhatian khusus karena jadwal ibadah dan akomodasi di Tanah Suci biasanya sudah diatur jauh hari.
Meski demikian, operasional bandara secara umum tetap berjalan normal.
Aktivitas check-in, keamanan, serta layanan di terminal tidak mengalami gangguan berarti.
Penerbangan yang Tetap Beroperasi
Di tengah pembatalan tersebut, masih ada sejumlah penerbangan rute Timur Tengah yang tetap beroperasi.
Tercatat satu penerbangan telah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, yakni Saudia Airlines SV827 menuju Jeddah.
Sementara itu, tiga penerbangan tercatat telah mendarat dengan selamat, yaitu:
Data ini menunjukkan bahwa tidak seluruh penerbangan Timur Tengah dihentikan, melainkan dilakukan penyesuaian berdasarkan kondisi ruang udara dan kebijakan masing-masing maskapai.
Imbauan bagi Calon Penumpang
Bagi kamu yang sudah memiliki tiket penerbangan ke Timur Tengah dalam waktu dekat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Selain itu, calon penumpang juga dapat menghubungi Contact Center Bandara Soekarno-Hatta di nomor 172 untuk mendapatkan informasi terkini.
Situasi konflik di Timur Tengah memang berdampak luas pada sektor penerbangan global.
Sejumlah maskapai internasional juga melakukan penyesuaian rute, termasuk pengalihan jalur penerbangan untuk menghindari wilayah udara yang dianggap berisiko.
Meski demikian, kondisi keamanan dan operasional di Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Bagi wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan ke kawasan Timur Tengah, penting untuk tetap tenang, mengikuti perkembangan informasi resmi, serta menyiapkan rencana cadangan apabila terjadi perubahan jadwal mendadak.
Dengan terus memantau pembaruan dari maskapai dan otoritas bandara, kamu bisa meminimalkan risiko kerugian waktu maupun biaya akibat pembatalan penerbangan imbas konflik Iran ini.
Ambar/TribunTravel