TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi penderita diabetes sering kali memicu kekhawatiran terkait risiko hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi).
Namun, dengan pengawasan medis dan pola makan yang tepat, puasa justru bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.
Berikut adalah sejumlah manfaat puasa Ramadan bagi penderita diabetes serta tips menjalaninya dengan aman.
Banyak studi menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan secara terencana dapat membantu metabolisme tubuh.
Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Saat berpuasa, tubuh dipaksa untuk menggunakan cadangan glukosa.
Proses ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel tubuh dapat menggunakan gula darah dengan lebih efektif.
Bagi penderita diabetes tipe 2, hal ini sangat membantu dalam jangka panjang.
Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan
2. Membantu Mengontrol Berat Badan
Kelebihan berat badan adalah salah satu tantangan utama bagi penderita diabetes.
Puasa Ramadan, jika diiringi dengan porsi makan yang tidak berlebihan saat berbuka, dapat membantu menurunkan indeks massa tubuh (IMT) dan mengurangi lemak viseral.
3. Memperbaiki Profil Lemak dan Kolesterol
Puasa tidak hanya memengaruhi gula darah, tetapi juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Hal ini penting karena penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.
4. Memberikan Waktu Istirahat bagi Sistem Pencernaan
Dengan durasi puasa sekitar 13–14 jam, organ tubuh seperti pankreas dan hati mendapatkan waktu istirahat dari beban mengolah glukosa terus-menerus, yang dapat membantu proses detoksifikasi alami tubuh. (*)