Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Kemenhaj Gowa Imbau Warga Tunda Umrah
Sukmawati Ibrahim March 03, 2026 06:20 AM

TRIBUN-GOWA.COM - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, H. Alim Bahri, mengimbau warga untuk sementara menunda atau menjadwalkan ulang keberangkatan menunaikan ibadah umrah.

Imbauan itu disampaikan menyusul eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tengah berlangsung.

Menurut Alim Bahri, situasi konflik tersebut berpotensi memengaruhi lalu lintas penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.

“Hal ini sangat penting mengingat situasi perang Amerika dan Israel melawan Iran sedang terjadi dan pastilah berimbas pada semua lalu lintas penerbangan dari dan ke Timur Tengah, khususnya ke Jeddah,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Visa Mulai Terbit, Kemenhaj Sulsel Atur Pembagian Kloter Jemaah Haji

Ia menegaskan, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama sejumlah maskapai dalam menentukan kebijakan penerbangan.

“Sejumlah maskapai penerbangan menolak untuk melanjutkan penerbangan karena faktor keamanan,” katanya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jamaah yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan berangkat.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), ribuan jamaah terdampak situasi tersebut.

“Saat ini saja, menurut data yang kami kutip dari SISKOPATUH, tercatat ada 58.873 jamaah umrah yang sedang berada di Tanah Suci yang tertunda kepulangannya akibat eskalasi konflik yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah.

Alim Bahri menegaskan keselamatan jamaah merupakan prioritas utama.

Karena itu, pihaknya meminta calon jamaah umrah asal Gowa menunda keberangkatan hingga situasi kembali kondusif.

“Saya mengimbau kepada calon jamaah umrah dari Gowa agar menunda keinginan beribadah umrah di situasi mencekam akibat perang seperti saat ini,” tegasnya.

Menurutnya, keputusan menunda bukan berarti mengurangi niat ibadah, melainkan langkah bijak demi keamanan bersama.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan maskapai penerbangan.

Alim Bahri meminta para calon jamaah tetap bersabar dan memperbanyak doa agar konflik segera berakhir.

“Sembari kita terus berdoa agar perang segera berhenti dan situasi kembali aman,” pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa memastikan akan terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan situasi dan jadwal keberangkatan jamaah. (*)

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.