Bukan Hanya Ibu Tiri, KPAI Temukan Bukti Ayah Kandung Nizam Terlibat Penganiayaan Bertahun-tahun
Moch Krisna March 03, 2026 09:00 AM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Nizam Syafei yang dianiaya ibu kandung.

Ternyata Nizam selama ini tak cuma dianiaya oleh ibu tirinya, tapi juga oleh ayah kandungnya, Anwar Satibi.

Dugaan Nizam disiksa juga oleh ayah kandungnya itu diadukan oleh tetangga kepada komisioner KPAI Diyah Puspitarini

Diyah Puspitarini menceritakan faktanya di depan anggota parlemen dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPR RI pada Senin (2/3/2026).

Diyah mengurai aduan dari tetangga dan keluarga besar korban, Nizam.

Bahwa selama ini Nizam juga mendapat perlakuan kasar dari Anwar Satibi.

Padahal untuk diketahui, yang melaporkan ibu tiri atas kasus penganiayaan terhadap Nizam adalah ayah kandungnya yakni Anwar.

"Kami bertemu dengan keluarga dan kami juga bertemu dengan tetangga. Kami mendapatkan informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu tetapi ayah," ungkap Diyah Puspitarini melansir Tribunnewsbogor.com.

"Itu (info) dari tetangga?" tanya anggota DPR.

"Dari tetangga dan keluarga besar, ua. Itu sudah terjadi terutama lebih intens empat tahun terakhir," pungkas Diyah.

"Almarhum meninggal umur 13, berarti (dianiaya) dari umur?" tanya anggota DPR lagi.

 

AYAH KORBAN - Anwar Satibi (38), ayah dari NS (12), menangis terseduh saat menceritakan anaknya meninggal setelah diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri, bekerja di Sukabumi saat anak disiksa
AYAH KORBAN - Anwar Satibi (38), ayah dari NS (12), menangis terseduh saat menceritakan anaknya meninggal setelah diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri, bekerja di Sukabumi saat anak disiksa (Kompas.com/ACHMAD SAEPULLOH)

 

"9 tahun," jawab Diyah.

Saat mengetahui Nizam disiksa oleh ayah kandungnya, keluarga dan tetangga sempat mengingatkan.

Tapi respon Anwar sungguh mengejutkan.

"Ketika saya tanya kepada keluarga dan tetangga, apakah tidak ada yang mengingatkan? keluarga besar berkata (sudah) mengingatkan. Tetapi jawaban dari ayah 'itu anak saya, itu urusan saya'," imbuh Diyah.

Lebih lanjut, Diyah pun mengungkap jenis penyiksaan yang selama ini diduga dilakukan Anwar terhadap Nizam.

"Bentuk kekerasannya disampaikan?" tanya anggota DPR.

"Pemukulan, dipukul ditampar," imbuh Diyah.

"Setelah itu beberapa kali ibu tiri juga melakukan kekerasan dan diingatkan oleh keluarga besar. Alasannya sama bahwa 'itu anak saya, jadi itu urusan saya'. Setelah itu keluarga besar dan tetangga tidak ada yang berani mengingatkan kembali," sambungnya.

Tak cuma itu, Diyah juga menemukan fakta yang tak kalah mengejutkan.

Ternyata sejak Nizam dikuburkan pada 18 Februari 2026, ayahnya tidak pernah ziarah atau berkunjung ke makam almarhum.

"Sampai tanggal 25 Februari ketika kami ke makam ananda, ayah kandung belum pernah ke makam sama sekali," ujar Diyah.

"Memang ananda ini sakit lima hari sebelum meninggal, setelah pulang dari pondok, tapi tidak diperiksa (ke dokter). Kemudian perlakuannya sama seperti di video," sambungnya.

Atas kasus tersebut, Diyah menduga kematian Nizam masuk dalam kategori filisida.

Filisida merupakan tindakan sengaja yang dilakukan oleh orangtua untuk menghabisi nyawa anak mereka sendiri.

"Bapak Dewan yang terhormat, kami sampaikan bahwa ini termasuk filisida,

Pak. Jadi, pembunuhan anak yang dilakukan oleh orangtua, baik orangtua kandung atau orangtua tiri," pungkas Diyah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.