3 Berita Populer Sumbar: 1.020 Jemaah Diminta Tunda Berangkat Umrah, Potensi Rob 3-6 Maret 2026
afrizal March 03, 2026 09:01 AM

Mulai dari pria di Dharmasraya diarah gara-gara mencuri karet, Kemenhaj Sumbar minta 1.020 jemaah tunda keberangkatan umrah, hingga potensi banjir rob di Pesisir Sumbar dan Mentawai.  

1. Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Sumbar Minta 1.020 Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kantor perwakilan Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau calon jemaah umrah asal Sumbar untuk menunda keberangkatan menyusul memanasnya situasi di Timur Tengah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, Rifki Diflaizar, saat ditemui TribunPadang.com di kantornya yang berada di kawasan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (2/3/2026).

Menurut Rifki, konflik Iran versus Israel-Amerika yang memanas sejak Sabtu (28/2/2026) berpotensi berdampak terhadap keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah beribadah maupun akan melaksanakan ibadah umrah.

Baca juga: Kemenhaj Sumbar Pastikan Belum Ada Penundaan Kepulangan Jemaah Umrah Meski Timur Tengah Memanas

"Imbauan ini juga telah disampaikan Kemenhaj untuk menunda keberangkatan sampai situasi benar-benar aman. Kalau sekarang situasinya bisa membahayakan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan jadwal rutin travel haji dan umrah di Sumbar, terdapat sekitar 1.020 jemaah yang dijadwalkan berangkat setiap pekan ke Arab Saudi, baik melalui penerbangan langsung maupun transit via Malaysia.

Sementara itu, sekitar 2.500 jemaah umrah asal Sumbar saat ini masih berada di Arab Saudi.

Rinciannya, 1.000 jemaah mengikuti program awal Ramadan dan 1.500 lainnya program Full Ramadan.

Jemaah program awal Ramadan telah berangkat pada 22 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 5 Maret 2026.

Sedangkan jemaah program Full Ramadan yang berangkat 23 Februari 2026 ditargetkan pulang pada 26 Maret 2026.

Rifki memastikan, hingga saat ini penerbangan langsung dari Arab Saudi menuju Indonesia masih berjalan normal.

Namun, sejumlah penerbangan transit dilaporkan terdampak karena melintasi wilayah konflik.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan travel haji dan umrah untuk memantau kondisi jemaah serta memastikan jadwal kepulangan tetap aman.

SELENGKAPNYA KLIK DI SINI

2. Tertangkap curi karet, pria di Nagari Abai Siat Dharmasraya diarak keliling kampung

Seorang pria di Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, harus menanggung malu setelah kedapatan mencuri karet milik warga.

Pelaku yang merupakan warga setempat itu diamankan pada Senin (2/3/2026) dini hari WIB saat beraksi di area perkebunan. Penangkapan dilakukan setelah aksinya terendus warga.

Kapolsek Sungai Rumbai, AKP Agus Salem, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Iya benar, ada penangkapan terhadap seorang pria yang diduga mencuri karet di wilayah Nagari Abai Siat,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Ironisnya, pelaku merupakan warga asli setempat atau yang secara adat disebut sebagai “anak kemanakan”.

Namun berbeda dari kasus kriminal pada umumnya, perkara ini tidak langsung berujung proses hukum.

Warga bersama perangkat nagari dan tokoh masyarakat telah memiliki kesepakatan sejak awal Januari 2026 terkait penanganan pencurian ringan.

Dalam kesepakatan tersebut, jika ada warga setempat yang mencuri karet atau sawit, maka akan dikenakan sanksi sosial berupa diarak keliling kampung.

“Sebelumnya masyarakat bersama pihak nagari sudah ada kesepakatan. Kalau ada kemanakan yang mencuri karet maupun sawit, akan diarak keliling kampung,” jelas Agus.

Menurutnya, sanksi tersebut dinilai lebih memberikan efek jera secara moral. Rasa malu di hadapan masyarakat dianggap mampu mencegah pelaku mengulangi perbuatannya.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip keadilan restoratif selama tidak ada laporan resmi dari korban.

“Jika korban melapor tentu akan kami proses secara hukum. Namun mereka sepakat menyelesaikan dengan aturan yang berlaku di nagari,” katanya

SELENGKAPNYA KLIK DI SINI

3. BMKG ingatkan potensi banjir rob di Pesisir Sumbar dan Mentawai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Mentawai pada 3-6 Maret 2026.

Peringatan tersebut berkaitan dengan fenomena astronomi Bulan Penuh (Full Moon) yang terjadi pada 3 Maret 2026 dan berpotensi memicu pasang maksimum air laut.

Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur menjelaskan, pasang maksimum diprediksi mencapai 1,3 hingga 1,4 meter yang berpotensi terjadi sekitar pukul 18.00-20.00 WIB.

Selain itu, pada periode yang sama juga diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai angin di wilayah perairan Sumbar dan Mentawai.

BMKG menyebutkan, kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir, yakni Pasaman Barat, Agam, Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kepulauan Mentawai.

SELENGKAPNYA KLIK DI SINI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.