Iran Klaim Serang Kantor PM Israel, Netanyahu Tak Jelas Nasibnya, Timur Tengah Membara
M Zulkodri March 03, 2026 09:37 AM

BANGKAPOS.COM--Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian memuncak setelah Iran mengklaim meluncurkan serangan rudal hipersonik ke kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin (2/3/2026).

Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut serangan itu dilakukan secara mendadak menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa kantor Netanyahu serta lokasi komandan Angkatan Udara Israel menjadi target dalam gelombang serangan ke-10.

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim tersebut. Nasib Netanyahu pun disebut belum dapat dipastikan.

Dipicu Tewasnya Ali Khamenei

Serangan ini terjadi dua hari setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Kematian Khamenei memicu eskalasi besar-besaran.

Iran dan sekutunya langsung melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah kota di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Situasi berubah cepat menjadi konfrontasi terbuka dengan ancaman dan serangan balasan dari kedua belah pihak.

Fasilitas Nuklir dan Korban Sipil

Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi fasilitas nuklir Iran.

Ia memperingatkan potensi risiko pelepasan zat radiologis yang bisa memicu evakuasi massal.

Iran melalui dutanya untuk IAEA, Reza Najafi, menuduh AS dan Israel menyerang fasilitas nuklir Natanz.

Namun tuduhan itu belum dikonfirmasi oleh Israel.

Di Lebanon, kelompok Hezbollah ikut terlibat dengan meluncurkan roket ke Israel sebagai respons atas kematian Khamenei.

Serangan balasan Israel ke wilayah selatan Beirut dilaporkan menewaskan sedikitnya 31 orang.

Media Iran menyebut korban tewas akibat serangan udara Israel dan AS telah melampaui 115 orang, termasuk anak-anak di sebuah sekolah dasar di Iran selatan.

Sementara militer Israel mengklaim telah menghancurkan peluncur rudal, sistem pertahanan udara, serta pusat komando Iran.

Pasukan AS juga dilaporkan menargetkan fasilitas rudal balistik dan markas IRGC.

Dampak Global

Konflik yang memasuki hari ketiga ini mulai berdampak pada stabilitas regional dan ekonomi global.

Jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz dan Laut Merah dilaporkan terganggu, memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia.

Di tengah situasi genting, Iran kini dipimpin oleh komite sementara yang menjalankan pemerintahan hingga Majelis Ahli memilih pemimpin tertinggi baru.

Dengan korban terus bertambah di Israel, Iran, Lebanon, dan pangkalan AS di Teluk, komunitas internasional semakin cemas bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang besar yang sulit dikendalikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.