TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan merilis data terbaru mengenai perkembangan pariwisata periode Januari 2026.
Hasilnya menunjukkan tren kontras sektor akomodasi hotel mengalami pertumbuhan, namun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru menurun tajam.
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menjelaskan bahwa angka ini menunjukkan perbaikan performa dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: 500 Anak Terharu Nikmati Bukber Yatim Fest di Hotel Mercure Samarinda
"TPK Januari 2026 meningkat 7,07 poin dibanding Januari 2025 yang hanya 17,83 persen. Artinya, hampir seperempat dari total kamar yang tersedia di Nunukan berhasil terisi sepanjang bulan pertama tahun ini," ujar Iskandar.
Peningkatan juga terlihat pada Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) gabungan yang mencapai 1,66 hari. Angka ini naik 0,51 hari dibandingkan Januari 2025 dan naik 0,56 hari dibandingkan Desember 2025.
Menariknya, RLMT untuk tamu domestik (WNI) juga menyentuh angka 1,66 hari. Angka ini merupakan durasi menginap tertinggi dalam setahun terakhir (Januari 2025 – Januari 2026).
Sebaliknya, RLMT tamu asing (WNA) tercatat nol (0,00 hari), turun dari 1,16 hari pada tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada aktivitas menginap oleh tamu asing pada akomodasi yang terdata selama Januari 2026.
Kondisi berbanding terbalik terjadi pada arus masuk warga asing. Jumlah kunjungan wisman ke Nunukan melalui pintu imigrasi pada Januari 2026 tercatat sebanyak 995 kunjungan.
Angka ini merosot drastis dibandingkan Desember 2025 yang sempat menyentuh 3.104 kunjungan (turun 2.145 kunjungan). Jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year) dengan Januari 2025, terjadi penurunan sebesar 1.290 kunjungan.
Sebagai catatan, dalam satu tahun terakhir, puncak kunjungan wisman tertinggi terjadi pada Desember 2025, sementara titik terendah berada pada Maret 2025 dengan 815 kunjungan.
Baca juga: Bukber Panorama City View Balikpapan, Platinum Hotel Tawarkan 100 Menu dan Hadiah Umrah
Meski kunjungan wisman melandai, Iskandar menegaskan bahwa naiknya TPK dan durasi menginap tamu domestik menjadi sinyal positif bagi pengusaha hotel di Nunukan.
"Ke depan, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan. Hal ini penting untuk memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah," pungkasnya. (*)