'Israel Raya' Ambisi Besar Netanyahu yang Buat Israel Hobi Perang, Tak Bakal Berhenti di Iran Saja
Galuh Palupi March 03, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Israel Raya, ambisi besar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang pernah ia sampaikan di tahun 2025 di saluran i24 seperti yang dilaporkan The Times of Israel pada Selasa (12/8/2025).

Kala itu, pernyataan Netanyahu ini membuat Arab Saudi dan Qatar berang.

Netanyahu menunjukkan peta yang ia sebut sebagai 'Tanah yang Dijanjikan'.

Wilayah dalam peta tersebut mencakup seluruh wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, dan sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki, dan Mesir.

Netanyahu rupanya ingin memperluas wilayah Israel ke negara-negara tersebut.

Tentu saja pernyataan Netanyahu membuat negara-negara yang disebutkan marah.

Baca juga: Viral Prabowo Muncul di Baliho Israel Bersama Netanyahu dan Trump, Apa Maksudnya? Ini Kata Kemenlu!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan anggota kabinet perangnya masuk ke dalam bunker saat Iran hujam rudal ke Tel Aviv. (ISTIMEWA/Times of Israel)

Jika Iran Takluk, Israel Akan Perluas Invasi Militer di Timur Tengah

Mantan Ketua Komisi I (Hubungan Luar Negeri) DPR RI, Mahfuz Sidik, mengatakan jika perang Iran Vs Israel-AS meluas dan berkepanjangan akan berdampak besar terhadap banyak hal.

Apalagi jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka Israel akan menjadi satu-satunya kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

Mahfuz menyoroti sikap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang secara terbuka menafikan konsep solusi dua negara dan terus menyuarakan ambisi Zionis mewujudkan 'Israel Raya'.

"Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel akan memuluskan ambisi Israel Raya. Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel," ujar Mahfuz Sidik hari ini, Selasa *(3/3/2026).

Apa Itu Visi Israel Raya?

Frasa Israel Raya digunakan setelah Perang Enam Hari pada bulan Juni 1967 untuk merujuk pada Israel, wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Jalur Gaza, sebagian Yordania dan Semenanjung Sinai di Mesir, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan sebagian Lebanon, Irak, dan Arab Saudi.

Tahun lalu akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di salah satu platform daring mempublikasikan sebuah peta yang memalsukan sejarah Israel dengan mengklaim asal-usulnya dari ribuan tahun silam.

NETANYAHU PRESENTASI - Foto diambil dari Facebook PM Israel pada Rabu (13/8/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Konferensi Pers untuk Media Asing pada 5 September 2024.
NETANYAHU PRESENTASI - Foto diambil dari Facebook PM Israel pada Rabu (13/8/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Konferensi Pers untuk Media Asing pada 5 September 2024. (Tribunnews.com/Facebook PM Israel)

Peta tersebut selaras dengan klaim berulang Israel mengenai adanya “kerajaan Yahudi” yang mencakup bagian wilayah Palestina yang diduduki, Yordania, Lebanon, Suriah, hingga Mesir.

Negara-negara Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Palestina, dan Arab Saudi bereaksi keras terhadap publikasi peta itu, menilainya sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional sekaligus upaya ekspansi.

Baca juga: Petaka Baru Israel Setelah Perang Lawan Iran, Gelombang Tuntutan Ganti Rugi, Netanyahu Stres Berat

Insiden ini mengingatkan pada Maret 2023, ketika Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, tampil di Paris dengan peta “Israel Raya” yang memasukkan Yordania ke dalam wilayah Israel.

Selama beberapa dekade, Israel telah menduduki sejumlah wilayah di Palestina, Suriah, dan Lebanon, dan terus menolak untuk mundur dari wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, Israel juga menolak pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai garis perbatasan sebelum tahun 1967.

Israel kini 'hampir pasti' menguasai Gaza Palestina.

Israel dibantu Amerika Serikat (AS) kini menyerang Iran yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer di Timur Tengah.

Jika Iran takluk di tangan Israel maka negara mana selanjutnya di Timur Tengah yang akan diinvasi Israel? (Tribun Trends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.