- Kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei saat serangan Israel dan Amerika Serikat memicu sikap keras Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Dalam keterangannya pada Minggu (1/3/2026), Pezeshkian menyatakan kematian Ali Khamenei merupakan kejahatan besar yang tak akan dibiarkan tanpa balasan.
Menurutnya, kematian Khamenei jadi titik balik dalam sejarah dunia Islam dan Syiah.
Ia menyebut Teheran akan merespons dengan kekuatan dan tekad yang penuh.
Lebih lanjut, Pezeshkian juga akan memastikan para pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Khamenei menyesal atas tindakan mereka.
Adapun terkait kematian Khamenei, Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan menetapkan tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan.
Sementara itu, terkait dengan kepemimpinan Iran, Teheran mengumumkan mekanisme transisi kekuasaan.
Dewan transisi ini dibentuk untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan keamanan nasional Iran di tengah eskalasi konflik.
Tiga orang tersebut yakni Presiden Pezeshkian, Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan seorang anggota Dewan Penjaga.
(*)
# presiden iran # Masoud Pezeshkian # Ayatollah Ali Khamenei # amerika serikat # iran