Putra Ungkap Penyebab Wafatnya Try Sutrisno di Usia 90 Tahun
Tim TribunTrends March 03, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM -- Penyebab meninggalnya Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno, akhirnya terungkap.

Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.58 WIB.

TRY SUTRISNO WAFAT - Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin (2/3/2026) setelah menjalani perawatan sejak pertengahan Februari akibat kondisi kesehatan yang menurun karena faktor usia. (Tribunnews Bogor/Ist/Ist)

Putra Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa sang ayah telah menjalani perawatan di RSPAD sejak 16 Februari 2026. Menurutnya, kondisi kesehatan Try Sutrisno menurun seiring bertambahnya usia.

"Tiba-tiba selera makan turun. Dibawa ke sini. Naik turun, lah. Dikasih obat, dikasih makan," katanya.

Taufik Dwi Cahyono menegaskan bahwa ayahnya tidak memiliki penyakit berat.

"Gak ada penyakit yang luar biasa ya Insya Allah ya, dok," katanya.

Ia menyebut kondisi Try Sutrisno belakangan mengalami kesulitan makan dan minum hingga mengalami dehidrasi.

"Sudah makan, susah minum, dehidrasi. Dibawa ke rumah sakit. Biasanya selalu begitu kan bolak-balik," katanya.

Pada Senin pagi, tim dokter RSPAD bersama tim Kepresidenan menyampaikan bahwa kondisi Try Sutrisno memburuk. Berbagai upaya medis telah dilakukan sebelum akhirnya dinyatakan wafat.

Baca juga: Jejak Abadi Sang Prajurit Sejati! Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Try Sutrisno

"Diusahakan segala macam-macam. Ya mungkin sudah waktunya. Alhamdulillah bapak tidak menderita sakit yang terlalu lama, memang sudah usia," katanya.

Profil Try Sutrisno
Try Sutrisno memulai karier militernya setelah diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956.

Ia mulai mengenal Presiden Soeharto saat Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962. Kariernya terus menanjak hingga pada 1974 dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto.

Pada Agustus 1985, Try Sutrisno memperoleh kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal TNI dan diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Rudhini.

Sepuluh bulan kemudian, tepatnya Juni 1986, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) menggantikan Jenderal TNI Rudhini.

Puncak karier politiknya terjadi ketika Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 1992-1997 memilih Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Soeharto melalui Sidang Umum 1993. Masa jabatannya berakhir pada 1998 dan posisinya kemudian digantikan oleh BJ. Habibie. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/Sanjaya Ardhi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.