Kuliah Umum Internasional Universitas Muhammadiyah Surabaya : Serukan Perdamaian Global
Titis Jati Permata March 03, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar kuliah umum internasional yang menegaskan komitmen kampus terhadap perdamaian dunia, Selasa (3/3/2026).

Menghadirkan akademisi Iran, Dr. Amir Rezaei Panah, dengan tema “The Document of Civilizational Cooperation of the Islamic World as a Roadmap for the Future".

Kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa Fakultas Hukum ini membahas pentingnya hukum internasional dan kerja sama peradaban Islam sebagai fondasi menciptakan perdamaian global. 

Baca juga: Inovasi Dosen UMSURA: Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Sabun Kertas Antiseptik Bernilai Jual

Dalam paparannya, Dr. Amir menekankan bahwa dunia Islam memerlukan peta jalan yang jelas untuk keluar dari berbagai krisis multidimensi.

“Segala sesuatu memerlukan roadmap, kompas, dan cahaya penuntun. Tanpa arah yang jelas, kita berjalan dalam kegelapan yang berisiko dan mahal secara sosial maupun politik,” ujarnya.

Piagam Kerja Sama Peradaban Dunia Islam

Ia menilai dunia Islam saat ini berada dalam jarak yang cukup jauh dari masa keemasannya.

Menurutnya, ada tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut, yakni lemahnya rasa percaya diri umat, kurangnya solidaritas internal, serta intervensi kekuatan kolonial dan pihak-pihak berkepentingan.

Karena itu, ia menawarkan gagasan penyusunan Piagam Kerja Sama Peradaban Dunia Islam yang mencakup masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Piagam tersebut, kata dia, tidak boleh didasarkan pada satu mazhab atau golongan tertentu, melainkan harus merangkul seluruh elemen umat Islam.

“Perbedaan seperti konsep khilafah dalam tradisi Sunni dan wilayah dalam tradisi Syiah harus dikelola dengan bijak dalam kerangka kerja sama peradaban. Umat Islam ibarat satu kapal besar, jika satu tenggelam, semuanya terdampak,” tegasnya.

Kerja Sama Akademik dengan Institusi di Iran

Rektor Umsura, Dr. Mundakir menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama akademik yang telah terjalin sebelumnya antara Umsura dan institusi di Iran. 

Ia menyebut, sebelumnya Dekan Fakultas Hukum Umsura telah diundang ke Iran, dan kini kunjungan tersebut dibalas dengan kehadiran Dr. Amir di Surabaya.

“Pertama, kuliah umum ini adalah bagian tindak lanjut dari kerja sama yang sudah kami lakukan. Sebelumnya Pak Dekan sudah pernah diundang ke Iran, dan saat ini perwakilan Iran, Mr. Amir, melakukan kunjungan balik ke Umsura untuk memberikan kuliah umum. Temanya bagaimana hukum internasional terutama untuk menciptakan perdamaian, dan saya kira ini sangat relevan dengan situasi saat ini,” ujar Mundakir.

Hadirkan Ruang Dialog Ilmiah

Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mampu menjawab persoalan global secara rasional dan berkeadaban.

Dalam kesempatan tersebut, Mundakir juga menyampaikan sikap Umsura terkait eskalasi konflik yang terjadi.

Ia menegaskan, sebagai bagian dari masyarakat kampus dan komunitas pecinta damai, Umsura menyerukan penghentian agresi dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta hukum internasional.

“Terkait kondisi global di mana kita tahu Amerika dan Israel menyerang Iran, tentu sebagai masyarakat kampus dan masyarakat yang cinta damai, kami menyerukan perdamaian global. Kami sangat menyayangkan bahkan mengecam tindakan agresi Amerika dan Israel menyerang Iran,” tegasnya.

Dukungan Moral dan Psikologis

Ia menambahkan, konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa, termasuk pimpinan tertinggi di Iran. 

Karena itu, Umsura menyatakan dukungan moral dan psikologis kepada masyarakat Iran agar mampu melewati situasi sulit tersebut.

“Ini bagian dari kita memberikan dukungan kepada teman-teman di Iran, bahwa tidak semua negara mendukung perang. Banyak negara, termasuk Indonesia, yang cinta damai dan memberikan dukungan secara psikologis. Mudah-mudahan Iran bisa melewati situasi ini, perang tidak berkepanjangan, dan korban tidak bertambah. Itu harapan kami,” ungkapnya.

Pesan Perdamaian Dunia

Tak hanya diskusi akademik, kegiatan ini juga diwarnai aksi simbolik pesan perdamaian dunia. 

Pimpinan universitas, akademisi Iran, serta mahasiswa internasional dari Uzbekistan, Pakistan, Yaman, Mali, Sudan, dan Afghanistan melakukan penancapan bendera berbagai negara di atas peta dunia.

Ratusan mahasiswa kemudian mengangkat bendera negara-negara dunia dan bergandengan tangan sebagai simbol solidaritas global dan komitmen generasi muda dalam menjaga perdamaian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.