Laporan Wartawan Tribunjatim Network, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun ke pasar Legi Ponorogo untuk melakukan pemantauan harga bahan pokok dan penting (Bapokting), Selasa (3/3/2026).
Pantauan Tribunjatim Network Bapanas menggandeng Perum Bulog Ponorogo, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperdagkum), dan Polres Ponorogo.
Saat di Pasar Legi, mereka ke lantai 2 menuju pedagang merancang.
Saat di pedagang merancang, Maya Safrina, Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas bertanya berapa harga Minyakita yang digelontor dari Bulog Ponorogo.
“Berapa ini bu? Stok aman kan ya untuk Minyakita dari Bulog?,” tanya Maya Safrina, Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Selasa siang.
Tak hanya mengecek stok dan harga Minyakita. Tim juga mengecek ketersediaan beras SPHP di lapak pedagang beras yang juga di lantai 2.
Baca juga: Bulog Tulungagung Giat Serap Gabah & Jagung Selama Ramadan, Kejar Target dari Pemerintah
Setelahnya mengecek harga dan stok telur ayam, bumbu dapur seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih. Pun komoditas peternakan seperti daging ayam dan daging sapi.
Hasilnya pemantauan harga bawang merah Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi(HET) atau Harga Acuan Pedagang (HAP) Rp 36.500 sampai Rp 41.500 per kilogram.
Harga bawang putih Rp 29 ribu per kilogram. Sedangkan HET/HAP bawang putih Rp 38 ribu per kilogram. Beras medium Rp 12.900 sampai Rp 13.300. Untuk HET/HAP adalah Rp 13.500 per kilogram.
Beras premium Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan HET/HAP Rp 14.900 per kilogram. Beras SPHP Rp 11.500 per kilogram. Untuk HET/HAP Rp 12.500 per kilogram.
Baca juga: Kesaksian Korban Ledakan Petasan di Ponorogo, Mengaku Sempat Terpelanting
Cabai merah besar Rp 20 ribu per kilogram, untuk HET/HAP Rp 37 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Cabai merah kering Rp 35 ribu per kilogram, untuk HET/HAP Rp 37 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Cabai merah besar Rp 90 ribu per kilogram, untuk HET/HAP Rp 40 ribu sampai Rp 57 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk daging ayam ras Rp 38 ribu per kilogram. Untuk HET/HAP Rp 40 ribu per kilogram. Daging sapi paha belakang Rp 130 ribu per kilogram dengan HET/HAP Rp 140 ribu per kilogram. Daging sapi paha depan Rp 125 ribu per kilogram dengan HET/HAP Rp 130 ribu per kilogram.
Untuk gula pasir kemasan Rp 17.500 ribu per kilogram dengan HET/HAP Rp 17 ribu per kilogram. Telur ayam ras Rp 28.500 ribu per kilogram dengan HET/HAP Rp 30 ribu per kilogram.
“Untuk di pasar legi Ponorogo terpantau harga Bapokting masih stabil malah ada yang mengalami penurunan ada beberapa yang meningkat meski sedikit. Tapi tetap melandai,” ungkap Maya Safrina, Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas.
Dia mencontohkan seperti cabai rawit yang awal Ramadan harganya adalah Rp 100 ribu per kilogram bahkan lebih. Namun saat ini tadi hanya Rp 90 ribu per kilogram.
Untuk Minyakita dan Beras SPHP bahkan ada yang dijual dibawah HET/HAP. “Minyakita itu bahkan ada yang jual Rp 15.500 per liter HET/HAP nya kan Rp 15.700 per liter,” tambahnya.
Namun, juga ada yang menjual diatas HET/HAP. Contohnya beras premium dijual Rp 15.000 per kilogram, padahal HET/HAP Rp 14.900 per kilogram.
“Beras tadi dijual 15000 harusnya 14900, saya rasa bukan suatu yang diatas HET. Mereka bisa jual sekian kan apalagi kalau belanja gabungan dengan barang lain,” tegasnya.
Tidak hanya perihal harga, Bapanas juga mengecek stok yang ada. Pun melakukan edukasi perihal HET/HAP.
“Beberapa pedagang, selain pantau harga juga edukasi selain HET (harga eceran tertinggi) atau HAP (harga acuan penjualan) pedagang ada tindak lanjut kita berikan banner dari Polres terkait. Agar pembeli tau, berapa sih harga acuannya. Nanti itu antisipasi kita untuk stabilisasi harganya akan dipasang setiap pasar,” ucapnya.
Disisi lain Perum Bulog Ponorogo memyatakan untuk stok beras dan minyakita aman. Ada sekitar 60.000 ton yang ada di gudang Bulog Ponorogo
Sama halnya dengan Minyakita. Bahkan bulog Ponorogo meminta tambahan ke Kanwil Bulog Jatim untuk ditambah pasokan Minyakita.
“Januari lalu sekitar 100 sampai 200 ribu liter. Sekarang sudah 300 ribu liter,” pungkas Pinca Bulog Ponorogo Budiwan Santoso ketika ditemui di Pasar Legi Ponorogo.