TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Vincent, Tang Sin termuda di Kota Manado dalam pergeleran Cap Go Meh di Kampung Cina, Kota Manado, Provinsi Sulut, Selasa (3/3/2026).
Tangsin adalah sebutan bagi medium spiritual dalam tradisi Tridharma (Tao, Buddha, dan Konghucu) yang dipercaya menjadi perantara antara manusia dan roh suci atau dewa.
Saat ditemui tim Tribun Manado.co.id di depan tenda utama Cap Go Meh ketika tengah beristirahat usai prosesi Tiam Hio, Vincent terlihat santai.
Ia tersenyum ramah kepada siapapun yang menyapa.
Sesekali ia bercanda bersama rekan-rekannya.
Meski dalam keadaan santai, Vincent tetap dalam konsentrasi penuh untuk menjalankan tugas mulia sebagai Tang Sin.
Vincent adalah Tang Sin Kelenteng Ban Hin Kiong.
Kelenteng Ban Hin Kiong terletak di Jalan D. I. Panjaitan, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Ia adalah turunan keenam dari Tang Sin di Kelenteng Ban Hin Kiong.
"Saya menggantikan ayah saya," kata dia.
Vincent masih berumur 21 tahun. Ia kini mahasiswa.
Cap Go Meh kali ini adalah yang ketiga baginya. "Ini sudah ketiga kali," kata dia.
Untuk Cap Go Meh kali ini, Vincent melakukan persiapan maksimal. Ia melakukan puasa Cia Cai.
"Persiapan biasa seperti yang lalu lalu, ada puasa Cia Cai yakni hanya makan vegetarian, kemudian sembahyang dan lainnya," kata dia.
Vincent mengaku sering ada rasa khawatir.
Namun ia menyerahkan semuanya pada yang maha kuasa.
"Saya yakin Sin Beng atau roh Suci selalu akan melindungi," kata dia.
Ia berharap Cap Go Meh tahun ini berjalan lancar dan semua umat beroleh berkat.
Baca juga: Sosok Erik Wongkar, Tangsin 52 Tahun yang Siap Tampil di Cap Go Meh Kampung Cina Manado
Selain Vincent, satu yang turut ambil bagian adalah Erik Wongkar.
Erik merupakan Tang Sin dari Klenteng Titd Istana Agung Tua Kong Tek Tjun Ong Manado.
Klenteng tersebut berlokasi di Jalan Babe Palar, Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado.
Saat ditemui, Erik tampak ia mengenakan pakaian serba putih sebagai lapisan luar.
Sementara di bagian dalam, terlihat ia mengenakan baju tangsin berwarna merah dengan sentuhan ornamen emas.
Saat diwawancara, ia terlihat ramah.
Erik Wongkar (52) mengaku telah melakukan berbagai persiapan menjelang penampilannya dalam rangkaian Cap Go Meh.
Persiapan tersebut sudah dilakukan sejak dua pekan terakhir.
“Persiapannya sudah dua minggu. Salah satunya puasa. Kami juga tidak boleh makan daging atau sesuatu yang bernyawa,” ujarnya saat diwawancara di depan Klenteng Ban Hing Kiong Manado.
Selain itu, ia dan para tangsin lainnya menjalani masa karantina di sebuah ruangan sebagai bagian dari proses spiritual sebelum tampil.
Meski telah berpengalaman, Erik mengakui sebagai manusia dirinya tetap merasakan gugup, takut, dan ragu.
“Sebagai manusia pasti ada rasa gugup, takut, ragu. Tapi semua saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Erik telah menjadi Tang Sin sejak tahun 1991.
Ia menyebut, saat sudah masuk dalam prosesi sebagai Tang Sin, dirinya tidak lagi sadar dengan apa yang terjadi.
“Kalau sudah masuk, saya sudah tidak sadar apa yang terjadi. Saya hanya berserah kepada Tuhan,” ucapnya.
Di momen Cap Go Meh tahun ini, Erik berharap perayaan tersebut membawa berkah bagi masyarakat Manado, terlebih bagi warga Sulawesi Utara.
“Saya berharap Cap Go Meh kali ini membawa berkah untuk warga Manado dan Sulut,” tutupnya.
Pada hari pergelaran Cap Go Meh di kawasan Kampung Cina, Kota Manado, Sulawesi Utara, akses jalan menuju lokasi acara ditutup sementara, Selasa (3/3/2026).
Pantauan langsung, jalan masuk ke Jalan D.I. Panjaitan sudah tidak bisa dilalui kendaraan.
Akses tersebut ditutup menggunakan penghalang jalan.
Sementara sejumlah personel keamanan tampak berjaga di sekitar area untuk mengatur arus dan memastikan kelancaran kegiatan.
Meski demikian, para pengunjung tetap diperbolehkan masuk dengan berjalan kaki.
Suasana di dalam kawasan Kampung Cina tampak ramai.
Banyak warga yang datang untuk menyaksikan rangkaian perayaan Cap Go Meh.
Cuaca siang itu terpantau cukup panas dan terik.
Di setiap klenteng, para umat sudah berkumpul.
Mereka tampak mengenakan pakaian serba putih, menambah nuansa sakral dalam perayaan tersebut.
Aroma dupa tercium di hampir setiap sudut jalan, suasana khas perayaan Cap Go Meh.
Banyak pengunjung memilih datang lebih awal sebelum acara utama dimulai.
Untuk sementara waktu, pengendara belum dapat melintas di ruas Jalan D.I. Panjaitan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan. (Art/Pet)
Baca juga: Prosesi Tiam Hio, Tang Sin Pasiar ke Rumah Umat Tridharma Manado Sulut