Pemkab Bekasi Buka Sayembara Pemburu Pembuang Sampah, Pelapor dapat Apresiasi
Joseph Wesly March 03, 2026 03:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Banyak warga yang suka membuang sampah sembarangan membuat Pemkab Bekasi jengah.

Sampah-sampah tersebut menumpuk di pinggir jalan hingga bantaran sungai.

Hal ini membuat Pemkab Bekasi turun tangan dan berencana untuk menghentikan aksi nakal yang dilakukan oleh para warga tersebut.

Diketahui sampah-sampah lair tersebut membuat pemandangan tidak sedap dan membuat banjir akibat timbunan sampah yang menutupi parit dan selokan.

Pemkab Bekasi bikin sayembara 

Kesadaran masyarakat yang sangat minim membuat Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja kesal dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi.

“Biasanya mereka buang sampah malam atau subuh. Kalau ada masyarakat yang melihat dan melaporkan kepada kita, kita beri apresiasi dan pembuang sampahnya kita tindak tegas," ujar Asep Surya Atmaja di Cikarang pada Selasa (3/3/2026).

Menurut Asep, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pembuangan sampah liar terjadi di lebih dari satu titik. Karena itu, selain telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah Tahun 2025, Pemkab Bekasi akan memperkuat langkah penindakan.

“Kita akan berikan tindakan apabila ada yang membuang sampah sembarangan. Kita sudah punya perda, jadi akan kita tindak,” tegasnya.

Pemkab Bekasi bersama unsur Forkopimda berencana membuat sayembara bagi masyarakat yang melaporkan pelaku pembuangan sampah ilegal. Pelapor yang informasinya terbukti benar akan diberikan hadiah.

Selain itu, Asep juga mengakui, tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi tidak ringan. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa, produksi sampah mencapai kurang lebih 2.250 ton per hari.

Jika dihitung rata-rata, setiap warga menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari. Meski pengangkutan dilakukan setiap hari, tingginya volume sampah menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

“Setiap hari sudah diambil, tapi dengan jumlah penduduk yang padat, tentu ini tidak mudah,” katanya.

Ia pun mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam upaya penanganan sampah. Ke depan, operasi penertiban akan dilakukan secara gabungan bersama unsur Forkopimda, tidak hanya melibatkan perangkat daerah.

“Tidak hanya Bupati dan dinas saja, nanti kita gabung dengan Forkopimda. Ini perlu kerja bersama,” tandasnya. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.