Gunungkidul (ANTARA) - Umat Hindu dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya memadati kawasan Pantai Ngobaran, Kabupaten Gunungkidul, DIY untuk melaksanakan Upacara Melasti dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

"Bahwa Melasti merupakan rangkaian rutin tahunan yang bertujuan untuk menyucikan diri dan alam semesta sebelum memasuki hari Nyepi," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIY AKBP (Purn) I Nengah Lotama dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Selasa.

Ritual penyucian diri tersebut juga dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama setempat, serta Pinandita yang datang dengan khidmat.

"Setelah prosesi di pantai Ngobaran rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan sekitar dua minggu mendatang," kata Ketua PHDI DIY.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul Mukotib menekankan bahwa Pantai Ngobaran adalah simbol nyata toleransi di kawasan tersebut.

"Di tempat ini, Pura Segara Wukir berdiri berdampingan dengan situs-situs bersejarah lainnya, membuktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat bersama," katanya.

Oleh karena itu, Kemenag Gunungkidul mengajak umat untuk menjaga keharmonisan melalui semangat Sak Eko Kapti (satu tekad bulat) dan menjalankan kewajiban moral Hamemayu Hayuning Bawono untuk melestarikan alam semesta.

Sementara itu, Ketua Panitia Upacara Melasti Punaji berharap agar agenda Melasti ini tetap menjadi kegiatan tahunan yang semakin baik tata kelolanya, mengingat dampaknya yang positif bagi sektor pariwisata.

"Pantai Ngobaran kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui kunjungan wisatawan," katanya.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan bahwa upacara Melasti bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ritual suci untuk penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki hari raya Nyepi.

Oleh karena itu, Bupati Endah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

"Gunung Kidul adalah rumah bagi keberagaman. Perayaan Nyepi termasuk rangkaian Melasti hari ini menjadi bukti bahwa toleransi dan kebersamaan harus terus kita jaga," katanya.