Saksi Kasus Pembunuhan di Sikka Berkeliaran, Petani di Tiga Desa di Talibura Tak Berani Masuk Kebun
Eflin Rote March 03, 2026 04:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sejumlah petani di tiga desa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT tidak berani melakukan aktivitas di kebun.

Hal ini dikarenakan SG, saksi kasus pembunuhan masih berkeliaran di wilayah itu beberapa hari terakhir ini. 

Wihelmus, warga Desa Mamai, mengatakan keresahan warga memuncak saat SG, saksi kasus pembunuhan itu muncul di Desa Bangkoor dan kemudian berjalan menuju hutan Kojablo. 

"Menurut keterangan dari warga Mamai yang melihat SG pada hari Minggu itu, dia berjalan menuju hutan Kojablo," ujarnya Selasa 3 Maret 2026.

Kini, para suami melarang istrinya untuk beraktivitas sendirian di kebun karena takut dengan keberadaan SG.

Selain itu, yang ditakuti warga saat ini adalah banyak pondok di kebun dengan kondisi layak, sehingga ada kesempatan untuk SG berlindung dan di dalam pondok ada tersimpan parang dan pisau yang ditinggalkan petani.

Baca juga: Pasca Kasus Pembunuhan di Rubit Sikka, Kegiatan Belajar Mengajar Terganggu 

Selain itu, pasca munculnya SG itu, dia sempat menawarkan ingin membeli parang dari seorang warga di Desa Bangkoor. 

Selain petani, anak sekolah di wilayah itu pun terdampak, para orang tua harus mengantar dan menjemput anak mereka ke sekolah.

Warga setempat pun heran dengan pihak kepolisian, hanya berada di lokasi itu pada Minggu, 1 Maret 2026, lalu menghilang hingga saat ini. 

Warga hanya bisa berharap, pihak kepolisian untuk selalu memantau wilayah itu, karena warga takut dengan SG, saksi kasus pembunuhan yang masih berkeliaran di wilayah itu. 

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terganggu pasca terjadi kasus pembunuhan di wilayah itu. 

Pasca penemuan jenazah, Senin (23/2/2026) lalu, KBM di wilayah itu terhenti, namun KBM kembali berjalan dihari berikutnya, akan tetapi tidak normal. 

Banyak pelajar yang tidak masuk sekolah karena trauma dengan peristiwa itu, sementara itu, sejumlah pelajar diantar dan dijemput orang tua di sekolah. 

"Informasinya hanya hari pertama KBM tidak berjalan, setelah itu KBM berjalan cuman tidak berjalan lancar," kata Patrisius Pederico, SP  Sekretaris Dinas PKO Kabupaten Sikka, Selasa (3/3/2026).

Kini, Dinas PKO Kabupaten Sikka akan turun ke sekolah-sekolah di wilayah Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang. 

"Sebentar kami akan turun ke sekolah untuk memastikan," jelasnya. 

Diketahui, Polres Sikka  sudah menetapkan FRG sebagai tersangka meninggalnya STN (14) siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT.

Sementara itu, SG (ayah) saksi kasus pembunuhan itu kabur dan sementara diburu polisi, sejak Minggu (1/3/2026). (awk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.