TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Paru yang berada di Kecamatan Stabat.
Sidak yang dipimpin oleh Bupati Langkat, Syah Afandin dan Wakil Bupati, Tiorita Br Surbakti ialah sebagai langkah konkret pemerintah dalam memastikan stabilitas harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Bupati Langkat, Syah Afandin menyampaikan bahwa secara umum harga sembako di Pasar Baru Stabat masih dalam kondisi relatif stabil dan terkendali.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan menjelang lebaran.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil monitoring, harga sembako masih dalam kondisi stabil. Kita akan terus mengawal distribusi dan memastikan stok tetap tersedia hingga Idul Fitri, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ucap pria yang kerap disapa Ondim, Selasa (3/3/2026).
Lanjut Ondim, kehadiran pemerintah di lapangan merupakan bentuk tanggungjawab dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga, sehingga perputaran ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik.
"Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga menggelar Pasar Murah di Gedung Juang Kecamatan Stabat untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Ondim.
Informasi yang dihimpun wartawan, adapun harga sembako di Pasar Baru Stabat antara lain, Beras premium Rp15 ribu/kg, Beras medium Rp14 ribu/kg, Beras SPHP Rp62 ribu/kemasan, Gula pasir Rp17.500/kg.
Selanjutnya Minyak goreng curah Rp18.500/kg, Minyakita Rp16.000/liter, Daging sapi murni Rp120.000/kg, Daging ayam broiler Rp38.000/kg, serta Telur ayam broiler Rp1.700/butir.
(cr23/tribun-medan.com)