Jakarta (ANTARA) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar tactical floor game (TFG) guna mematangkan strategi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa TFG ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) memahami pola dan cara bertindak ketika terjadi bangkitan arus lalu lintas.
“Ini penting sekali untuk memastikan skenario cara bertindak ketika terjadi bangkitan arus, baik di jalan tol maupun arteri, sehingga kita bisa mencari solusi untuk memperlancar arus,” ujarnya.
Dalam simulasi tersebut, berbagai skenario taktis digambarkan secara detail, mulai dari penerapan contraflow, one way, hingga alih arus di jalan tol maupun di exit tol.
“Baik yang ada di pelabuhan, jalan tol, tempat wisata, termasuk jalan arteri, semuanya kita gambarkan dalam tactical hari ini agar bisa kita kendalikan dari awal,” ucapnya.
Selain kesiapan personel, sambung dia, Korlantas Polri juga mengoptimalkan penggunaan teknologi berbasis real time information untuk memantau kondisi lalu lintas.
Sistem ini mencakup traffic counting dan pemantauan situasi di lapangan, termasuk penanganan kendaraan mogok maupun kecelakaan.
“Ketika ada kendaraan mogok atau kecelakaan, bagaimana langkahnya, termasuk pola-pola pelayanan, itu sudah kita siapkan,” ucapnya.
Tidak hanya itu, dalam Operasi Ketupat 2026, Korlantas juga akan menghadirkan tim urai yang melibatkan Polwan, Kowad, serta dukungan penuh dari berbagai stakeholder seperti Jasa Raharja, Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian PU.







