Biaya Pengeluaran Penduduk Tana Tidung Meningkat, Kepala BPS Sebut Kelompok Non Makanan Naik Tajam
Junisah March 03, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG- Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung mencatat adanya kenaikan cukup signifikan pada rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat di Bumi Upun Taka dalam satu tahun terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari publikasi Kabupaten Tana Tidung Dalam Angka 2026, tren konsumsi masyarakat menunjukkan peningkatan baik pada sektor makanan maupun non makanan.

Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan atau yang akrab disapa Iwan, mengungkapkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Tana Tidung pada Maret 2025 mencapai Rp 1.988.499.

“Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan periode Maret 2024 yang saat itu rata-rata pengeluaran berada di angka Rp 1.538.328,” ujar Iwan kepada TribunKaltara.com, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Warga Malinau Habiskan Biaya Minimal Rp36,3 Juta per Tahun, Pengeluaran Didominasi Non Makanan

Achmad Sani Setiawan menjelaskan meskipun kelompok makanan masih mendominasi, peningkatan paling tajam justru terlihat pada kelompok non-makanan.

“Pengeluaran untuk kelompok makanan naik dari Rp 848.455 pada 2024 menjadi Rp 975.976 pada 2025. Namun, kelompok bukan makanan melonjak drastis dari Rp 689.873 menjadi Rp 1.012.523 di periode yang sama,” jelasnya.

Hal tersebut menggambarkan daya beli masyarakat Tana Tidung mulai bergeser ke arah pemenuhan kebutuhan sekunder dan jasa, setelah sebelumnya lebih terfokus pada kebutuhan pokok.

Lebih lanjut, Iwan merincikan dalam kelompok makanan, pengeluaran untuk makanan jadi dan minuman masih menjadi yang tertinggi dengan nilai Rp 233.568.

“Kenaikan ini mencerminkan dinamika ekonomi daerah. Selain makanan, pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga juga menyumbang angka besar dalam kelompok non-makanan, yakni mencapai Rp 342.193,” tuturnya.

Baca juga: 5 Tahun Terakhir Pengeluaran Per Kapita Masyarakat Nunukan Meningkat, Bupati Singgung Ekonomi 

Iwan menegaskan data perbandingan tahunan ini sangat krusial bagi pemerintah daerah untuk memetakan perubahan kesejahteraan penduduk secara real time.

“Dengan melihat kenaikan dari Rp 1,5 juta ke Rp 1,9 juta ini, kita bisa melihat adanya perputaran ekonomi yang lebih besar di masyarakat. Kami harap data ini menjadi acuan tepat dalam setiap kebijakan pembangunan di Tana Tidung,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.