Penyebab Gula Darah Tinggi yang Sering Tak Disadari, Bukan Cuma Karena Makan Manis
Amirullah March 03, 2026 05:24 PM

SERAMBINEWS.COM – Gula darah tinggi sering kali datang tanpa tanda yang kentara.

Banyak orang merasa baik-baik saja, sampai akhirnya mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan angkanya sudah melewati batas normal.

Yang kerap disalahkan biasanya makanan manis. Padahal, penyebab gula darah tinggi tidak sesederhana itu. Pola tidur yang berantakan, stres berkepanjangan, hingga kebiasaan kurang bergerak juga ikut berperan.

Di tengah gaya hidup serba praktis, duduk berjam-jam di depan layar dan minim olahraga menjadi kebiasaan yang sulit dihindari.

Tanpa disadari, kondisi ini ikut mendorong kenaikan kadar gula darah.

Perlu dipahami, gula darah tinggi tidak hanya dialami penderita diabetes.

Orang yang sebelumnya merasa sehat pun bisa mengalami lonjakan kadar gula jika pola hidupnya tidak terjaga.

Berikut delapan faktor penyebab gula darah tinggi yang sering luput dari perhatian:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat

KARBOHIDRAT - Makanan sumber karbo hidrat yang bikin kenyang lebih lama.
KARBOHIDRAT - Makanan sumber karbo hidrat yang bikin kenyang lebih lama. (freepik)

Makanan manis seperti permen, kue, roti putih, hingga minuman bersoda dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

Karbohidrat sederhana mudah dipecah menjadi glukosa sehingga kadarnya dalam darah melonjak.

Bukan hanya jenis makanannya, porsi yang berlebihan, kebiasaan ngemil manis terus-menerus, serta kurangnya asupan serat dan protein juga mempercepat lonjakan gula darah.

2. Jarang Bergerak atau Berolahraga

5 Dampak Buruk Pekerjaan yang Terlalu Lama Duduk
5 Dampak Buruk Pekerjaan yang Terlalu Lama Duduk (freepik)

Tubuh membutuhkan aktivitas fisik untuk membakar glukosa menjadi energi.

Jika terlalu sering duduk atau jarang berolahraga, gula yang seharusnya digunakan justru menumpuk di dalam darah.

Gaya hidup pasif menjadi salah satu faktor risiko yang sering diabaikan, padahal dampaknya cukup besar terhadap kestabilan gula darah.

3. Stres Berkepanjangan

5 Tanda Stres yang Jarang Disadari
5 Tanda Stres yang Jarang Disadari (freepik)

Stres bukan hanya memengaruhi suasana hati. Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Jika kondisi ini berlangsung lama dan tidak dikelola dengan baik, gula darah bisa terus berada pada level tinggi tanpa disadari.

4. Kurang Tidur

Ilustrasi tidur, kantuk di siang hari (Freepik).
Ilustrasi tidur, kantuk di siang hari (Freepik). (Freepik)

Tidur memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme. Kebiasaan begadang atau kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan sensitivitas insulin.

Akibatnya, tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah dan lebih rentan mengalami peningkatan.

5. Sedang Mengalami Penyakit

Saat tubuh terserang infeksi bakteri atau virus, hormon stres meningkat untuk membantu proses penyembuhan. Kondisi ini bisa memicu kenaikan gula darah.

Selain itu, ketika sakit seseorang cenderung kurang aktif bergerak sehingga pengendalian gula darah menjadi lebih sulit.

6. Efek Samping Obat Tertentu

BPOM tarik sejumalh merk obat kuat yang biasa dipakai pria. Karena obatnya berbahaya
Ilustrasi Obat

Beberapa jenis obat seperti steroid, diuretik, obat tekanan darah, atau obat gangguan kejiwaan diketahui dapat meningkatkan kadar gula darah.

Obat-obatan tersebut bisa memengaruhi kerja insulin atau mendorong pelepasan glukosa ke dalam darah.

7. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol

Merokok dan minum alkohol tidak hanya merusak organ vital, tetapi juga mengganggu pengaturan gula darah.

Alkohol dapat memicu peradangan dan memengaruhi fungsi hati dalam mengontrol kadar glukosa, sehingga kadar gula dalam darah lebih sulit stabil.

8. Riwayat Keluarga dengan Diabetes

Faktor keturunan juga berperan. Jika ada anggota keluarga dengan diabetes, risiko mengalami gula darah tinggi menjadi lebih besar karena kemungkinan adanya gangguan pada produksi atau efektivitas insulin.

Memahami berbagai penyebab gula darah tinggi ini penting agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih dini. Bukan hanya soal mengurangi makanan manis, tetapi juga menjaga pola hidup secara keseluruhan.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.