TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Truk pengangkut kayu terguling di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Bondowoso, Senin (2/3/2026) sore.
Insiden ini sempat memicu kemacetan panjang karena lokasi kejadian merupakan jalur alternatif utama kendaraan roda empat setelah amblesnya Jembatan Sentong.
Beruntung, muatan kayu yang dibawa truk langsung jatuh ke arah sawah warga sehingga tidak menutup total badan jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses evakuasi kayu berlangsung hingga tengah malam. Selama proses tersebut, aparat kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup jalur guna mengurai antrean kendaraan.
Baca juga: Rumah Ambruk di Badean Bondowoso, Remaja 13 Tahun Tertimpa Reruntuhan
Anggota Satlantas Polres Bondowoso yang bertugas, Aiptu Andre, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi N-8653-UO melaju dari arah utara ke selatan.
Saat melintas di jalan yang sempit, truk bermuatan penuh itu berpapasan dengan kendaraan roda empat lainnya.
"Karena kondisi jalan yang sempit, ruang gerak menjadi terbatas hingga akhirnya truk terperosok ke sisi kiri atau ke arah sawah," jelasnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Alhamdulillah, nihil korban," ujarnya.
Baca juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Bondowoso, Pemkab akan Normalisasi Saluran Air
Polisi mengimbau pengemudi kendaraan besar agar menggunakan jalur alternatif lain yang lebih memadai. Jalan di wilayah Jetis dinilai tidak ideal untuk kendaraan besar yang saling berpapasan.
"Jalan ini sempit, tidak ideal untuk kendaraan besar yang berpapasan," pungkas Aiptu Andre.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, muatan kayu tersebut rencananya akan dikirim ke Desa Sumberjambe, Kabupaten Jember.
Sejak Jembatan Sentong yang menghubungkan Bondowoso–Jember ambles, jalur Desa Jetis difungsikan sebagai rute pengalihan khusus kendaraan roda empat. Sementara kendaraan roda enam seperti bus dan truk besar diarahkan melalui jalur alternatif di Desa Grujugan.