Akting Ayah Nizam di Media Sosial Dibongkar, Nangis Histeris Padahal Turut Siksa Sang Anak
Lulu Adzizah F March 03, 2026 06:11 PM

- Ayah Nizam Syafei, Anwar Satibi tampak ketar-ketir usai perlakuannya ke almarhum semasa hidup terbongkar.

Rupanya bukan cuma ibu tiri, sang ayah kandung juga kerap menyiksa Nizam sebelum tewas.

Penyiksaan yang dilakukan sang ayah yaitu dengan cara dipukul dan ditampar.

Hal itu diungkap Komisioner KPAI Diyah Puspitarini saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR, Senin (2/3/2026).

Diyah menuturkan, pihaknya pada tanggal 25 Februari melakukan pengawasan langsung, terutama ke Jampang Kulon, Sukabumi dan Polres Sukabumi.

Pihaknya bertemu dengan keluarga dari Anwar Satibi yang merupakan uwa Nizam.

"Karena keluarga Uwa dari NS ini yang sangat dekat. Bahkan NS dimakamkan di dekat rumah uwa," kata dia.

Di sana, KPAI pun mendapatkan fakta mengerikan kalau Nizam sudah disiksa ayah dan ibu tirinya sejak lama.

"Kami bertemu keluarga dan tetangga, kami mendapat informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu tapi ayah. Dari keterangan tetangga dan keluarga besar," ucapnya.

Bahkan aksi kekerasan itu sudah dilakukan Anwar Satibi sejak Nizam masih SD.

"Itu sudah terjadi terutama lebih intens empat tahun terakhir. Berarti dari usia 9 tahun," tutur Diyah.

Menurut Diyah, tetangga dan keluarga pun mengaku sudah pernah mencoba mengingatkan Anwar.

"Keluarga besar mengatakan mengingatkan, tapi jawaban dari ayah 'itu anak saya, itu urusan saya'," kata dia.

Oleh ayahnya, Nizam kerap dipukul dan ditampar.

"Bentuk kekerasannya dipukul, ditampar," ucapnya.

Kekerasan sang sama juga dilakukan oleh sang ibu tiri.

"Setelah itu beberapa kali ibu tiri melakukan kekerasan, diingatkan oleh keluarga besar, alasannya sama, bahwa 'itu anak saya jadi itu urusan saya'," katanya lagi.

Hal itu kata Diyah, membuat tetangga dan keluarga besar berhenti mengingatkan Anwar.

"Setelah demikian maka tetangga dan keluarga besar tidak ada yang berani mengingatkan kembali," ucap Diyah.

Sering mengaku rindu pada anaknya dan diposting di sosial media, Anwar Satibi rupanya belum pernah menginjak makam Nizam.

Ia tidak mengantarkan anaknya ke tempat peristirahatan terakhir apalagi berziarah.

"Kemudian kami mendapatkan fakta bahwa sampai tanggal 25 Februari, ketika kami ke makam ananda, ayah kandung belum pernah ke makam sama sekali," ucapnya.

Menanggapi laporan ibu kandung Nizam dan RDPU itu, Anwar Satibi pun tampaknya mulai khawatir.

Ia menggandeng penasihat hukum untuk menanggapi laporan dari mantan istrinya.

Anwar memposting foto dirinya sedang duduk di sebuah ruangan bersama pria berpakaian batik.

"Lagi Siraturahmi dan diskusi di kantor HUKUM BAHARI Jakarta," tulisnya di Facebook.

Pada foto selanjutnya, Anwar tampak berpose di meja kerja pria tersebut.

Menurut Anwar, kedatangannya itu dalam rangka diskusi bersama penasihat hukum.

"Lagi diskusi sama penasihat HUKUM. Atas laporan mantan istri. dan Menanggapi RDP di komisi 3 DPR RI," tulis Anwar.

Tak hanya itu, Anwar juga menjelaskan soal Waberto yang diduga geng motor.

Anwar disebut-sebut sebagai anggota dari geng motor itu.

Namun ia menegaskan kalau Waberto bukan geng, hanya sebuah komunitas.

"WABERTO BUKAN GENG MOTOR. Tapi KOMUNITAS anak anak pecinta seni tattoo.

Dan saya di situ sebagai pembina.

Alasan saya di WABERTO jadi pembina justru agar menjadikan mereke menjadi lebih positive insya allah," tulisnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.