BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem 1-10 Maret, Kediri dan Sejumlah Wilayah Jatim Waspada
Sri Wahyuni March 03, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARMAN.COM, KEDIRI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada periode 1 hingga 10 Maret 2026.

Peringatan ini menyusul hujan deras disertai angin kencang yang telah memicu banjir air bah dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kediri pada awal Maret.

Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Satria Krida Nugraha mengatakan peningkatan potensi cuaca ekstrem dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

"Dalam 10 hari ke depan ada potensi peningkatan hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang. Ini perlu diwaspadai karena dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Satria menyebutkan rilisnya, Selasa (3/3/2026).

BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terdampak, di antaranya Kabupaten Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, hingga wilayah Madura dan kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kabupaten Nganjuk 3 Maret 2026, Azan Magrib 17.54 WIB

Satria menjelaskan, saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Pada fase pancaroba ini, kondisi atmosfer cenderung labil sehingga berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat.

Fenomena tersebut diperkuat dengan adanya gangguan atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Low Frequency, dan gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup hangat dan mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan tebing yang rawan longsor.

Selain banjir dan tanah longsor, potensi dampak lain yang perlu diantisipasi antara lain jalan licin, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga puting beliung dan hujan es.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi. 

"Termasuk radar cuaca dan peringatan dini tiga harian maupun dua hingga tiga jam ke depan," jelasnya. 

Di sisi lain, Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta turut memantau tiga bibit siklon tropis di wilayah Indonesia, yakni Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, dan 92P.

Meski ketiganya berpeluang rendah berkembang menjadi siklon tropis, sistem tersebut tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur.

Selain itu, peningkatan tinggi gelombang laut antara 1,25 hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di beberapa perairan Indonesia.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis pada awal Maret ini, masyarakat di Kediri diharapkan tetap siaga serta segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi bencana akibat cuaca ekstrem.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.