Siapa sangka, selembar surat dari tumpukan sampah berusia ratusan tahun bisa mengubah sejarah? Tim arkeolog internasional baru saja menemukan dokumen berbahasa Arab abad ke-17 yang membuktikan keberadaan Raja Qashqash, sang penguasa Dongola yang selama ini dianggap setengah legenda.
Penemuan langka ini diperoleh para peneliti dari University of Warsaw (PCMA) ,bekerja sama dengan University of Khartoum dan lembaga riset lain, lalu dipublikasikan di jurnal Azania: Archaeological Research in Africa.
Dilansir dari Phys.org, surat tersebut berisi perintah Raja Qashqash kepada pejabat bernama Khidr untuk menyerahkan beberapa kain kapas dan seekor domba betina beserta anaknya. Surat ini ditemukan di reruntuhan ibu kota kuno Makuria, wilayah yang kini menjadi bagian dari Sudan Utara.
Pesan Raja dari Tumpukan Sampah
Sisi A surat perintah Raja Qashqash. Foto: M. Rekłajtis/PCMA in Barański et al. 2026
|
Surat ini ditemukan pada 2018 lewat proyek penelitian Urban Metamorphosis of a Medieval African Capital City (UMMA) yang menelusuri kehidupan lama di Dongola. Di antara potongan kain, tulang, dan artefak rumah tangga, para arkeolog menemukan lebih dari 20 teks Arab kuno, salah satunya surat perintah Raja Qashqash.
Isi suratnya sederhana, tetapi penting. Sang Raja menulis:
"Dari Raja Qashqash kepada Khiḍr putra ŠHDT... begitu Muḥammad al-ʿArab datang kepadamu, ambillah darinya tiga ʾRDWYĀT dan berikan kepadanya seekor domba betina dan anaknya, lalu kumpulkan dari ʿAbd al-Jābīr domba dan anaknya; berikan kepada tuannya tanpa menunda. Jangan ragu-ragu! Ini suratku untukmu."
Menariknya, peneliti menemukan bahwa bahasa Arab yang digunakan belum sepenuhnya baku, dengan campuran dialek lokal dan kesalahan kecil penulisan. Hal ini menunjukkan masa transisi ketika masyarakat Dongola mulai beralih dari bahasa Nubia ke bahasa Arab.
Menurut ketua tim peneliti, Tomasz Barański, perubahan ini bukanlah hal mendadak.
"Nubia bukanlah wilayah terpencil di Lembah Nil, tetapi koridor penting yang menghubungkan dunia Mediterania dengany Afrika sub-Sahara. Arabisasi dan Islamisasi di wilayah ini bukanlah perubahan tiba-tiba, tetapi bagian dari pola lama interaksi dan adaptasi," jelasnya.
Dongola, Kota Hilang yang Ditemukan Kembali
Ribuan tahun lalu, Dongola adalah ibu kota Kerajaan Makuria, salah satu kerajaan Kristen paling berpengaruh di Afrika Timur Laut. Namun, setelah abad ke-14, kota ini perlahan meredup dan memasuki "zaman kegelapan" dalam sejarah Sudan.
Selama berabad-abad, kisah tentang Raja Qashqash hanya muncul dalam cerita rakyat, bahkan sampai dokumen ini ditemukan. Analisis isi surat juga menunjukkan adanya tradisi tukar hadiah dan patronase kerajaan, tanda adanya struktur sosial dan politik yang aktif pada masa itu.
Barański menambahkan, penemuan surat tersebut memberi gambaran lebih luas tentang kehidupan masyarakat Dongola pada masa itu, mulai dari kebiasaan hingga ciri khas budayanya.
"Penemuan selembar kertas yang tampak sepele ini, ketika dilihat dalam konteks budaya pemberian hadiah dan patronase kerajaan, memberikan contoh nyata bagaimana kerja arkeologi bisa menjembatani antara budaya benda dan sejarah tertulis,"ujarnya.
Hasil penelitian ini dipublikasi Barański dan rekan-rekan dengan judul :The King of Nubia at work: archaeological context and text edition of a sixteenth/seventeenth-century Arabic document from Old Dongola" di jurnal Azania: Archaeological Research in Africa, 6 Februari 2026.








