Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Forum Masyarakat Ketol (Formasket) mengungkapkan hasil kesepakatan yang dicapai usai menggelar aksi demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Formasket Desak Pemkab Aceh Tengah Tuntaskan Persoalan di Kecamatan Ketol, Berikut 7 Poin Tuntutan
Aksi tersebut mendapat tanggapan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah dengan sejumlah poin penting yang disepakati bersama.
Penanggung jawab aksi, Sutris, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama tuntutan massa adalah penanganan tanah amblas dan longsor di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol.
Pemerintah daerah berkomitmen melakukan penanganan khusus secara bertahap dan terukur.
“Poin pertama yang disepakati adalah pengalihan aliran air menuju sinkhole. Pengalihan ini akan dilakukan menggunakan pipa dan dijadwalkan pada Sabtu, 6 Maret 2026,” ujar Sutris.
Selain itu, pemerintah juga menyetujui percepatan perbaikan dan persiapan akses jalan alternatif Pondok Balik- Segenap Balik.
Pekerjaan jalan alternatif tersebut direncanakan mulai Rabu (4/3/2026), dengan kemungkinan penurunan alat berat langsung ke lokasi, bahkan tidak menutup kemungkinan sudah dilakukan lebih cepat.
Baca juga: Formasket Geruduk DPRK Aceh Tengah, Desak Bupati Hadir Terima Tuntutan Massa
Untuk penanganan jangka menengah, pemerintah juga menyepakati langkah penghijauan atau reboisasi di area longsor dengan penanaman pohon berakar tunggal guna memperkuat struktur tanah dan mencegah longsor susulan.
Dalam kesepakatan tersebut, turut dibahas penanganan dampak bencana bagi warga terdampak, termasuk rencana relokasi ke permukiman baru.
Relokasi ini diperuntukkan bagi tiga desa di Kecamatan Ketol, yakni:
“Pemerintah juga menyepakati pembangunan hunian tetap (huntap), sepanjang lokasi lahan relokasi telah tersedia,” jelasnya.
Sementara itu, terkait akses jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana, pemerintah berjanji akan mengupayakan perbaikan secara maksimal agar mobilitas masyarakat kembali normal.
“Intinya, ada dua langkah yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni perbaikan jalan alternatif dan pengalihan aliran air. Kedua poin ini akan langsung ditangani oleh pemerintah,” tutup Sutris. (*)
Baca juga: Formasket dan Mahasiswa KKN Bantu Korban Kebakaran di Ketol Aceh Tengah