Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah berdampak pada penundaan keberangkatan jemaah umrah asal Kabupaten Bengkulu Selatan.
Kepala Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kabupaten Bengkulu Selatan Midi Saherman, membenarkan adanya penundaan tersebut.
Ia mengatakan, melalui Wakil Menteri Haji, telah disampaikan imbauan kepada seluruh jemaah umrah yang akan berangkat agar menunggu hingga kondisi dinyatakan kondusif dan aman.
Bagi jemaah yang saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah, penanganannya merupakan bagian dari koordinasi antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.
Khususnya Kementerian Haji Arab Saudi dan kementerian terkait di Indonesia.
Baca juga: Situasi Timur Tengah Memanas, 29 Warga Rejang Lebong yang Umrah Dipastikan Aman
“Nanti akan ada koordinasi lebih lanjut mengenai teknis pemberangkatan maupun kepulangan jemaah yang masih berada di Tanah Suci. Sedangkan bagi yang belum berangkat, diharapkan menunggu sampai kondisi keamanan memungkinkan,” jelas Midi.
Informasi tersebut juga telah disampaikan kepada biro atau travel umroh agar bekerja sama dan tidak memberangkatkan jemaah dalam situasi saat ini.
Terkait jumlah total jemaah umrah asal Bengkulu Selatan menyebut pihaknya belum menerima data resmi.
Pasalnya, pendataan jemaah umrah dilakukan secara terpusat oleh pihak Provinsi Bengkulu, sehingga data rinci masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.