Giri Prasta Daftar di Menit Akhir Jelang Penutupan, Persaingan Bursa Calon Ketum KONI Bali Kian Seru
Anak Agung Seri Kusniarti March 03, 2026 09:40 PM

TRIBUN-BALI.COM – Hingga batas akhir pengambilan formulir pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Bali masa bakti 2026-2030, Selasa (3/3), tiga poros kekuatan besar telah menancapkan taringnya untuk suksesi kepemimpinan olahraga di Pulau Dewata.

Pertarungan kali ini menyuguhkan komposisi yang komplet, yakni representasi profesional dari kalangan korporasi, kekuatan petahana yang mapan, hingga pengaruh kuat dari pejabat publik.

Genderang persaingan pertama kali ditabuh oleh Anak Agung Ngurah Maha Diptha. Sosok yang menjabat sebagai Komisaris Jasa Marga Bali Tol ini mengambil langkah cepat dengan mendatangi Sekretariat KONI Bali, Senin (2/3) kemarin. 

Ia yang juga menduduki jabatan pengurus KONI Bali Bidang Dana ini memilih pengambilan formulir pada hari yang disebutnya sebagai dewasa ayu atau hari baik menurut kearifan lokal.

Baca juga: Menjaga Pola Makan Sehat Saat Puasa, Ini Tantangan yang Paling Sering Dihadapi

Baca juga: Nuanu Creative City Ajak Para Pelaku Gastronomi Bersama Bangun Masa Depan Kuliner Bali

Maha Diptha bukan orang baru di dunia olahraga, ia merupakan Pengurus KONI Bali Bidang Dana dan pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Bali yang sukses membawa pulang emas pada PON XXI lalu. Membawa semangat transformasi, ia mengusung tagline 'KONI Bali Era Baru'.

“KONI Bali Era Baru ini ibarat bangunan, di mana para cabor itu adalah pemilik bangunan itu sendiri, sedangkan pengurus KONI adalah fasilitator. Bukan administrator apalagi birokrator,” ucap Maha Diptha.

Memasuki hari terakhir, Selasa (3/3), giliran petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan yang kembali menunjukkan tajinya. Dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun terukur, Oka Darmawan datang didampingi jajaran pengurus inti untuk mengambil formulir pendaftaran tepat pukul 10.30 Wita.

Bagi Oka, keikutsertaannya kembali dalam bursa calon adalah bagian dari menjaga marwah demokrasi di tubuh KONI Bali. 

Ia menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh tahapan sesuai aturan main yang berlaku tanpa terburu-buru mengklaim dukungan.

“Saya mengikuti tahapan. Pengambilan formulir ini merupakan salah satu bentuk demokrasi dalam proses pemilihan pemimpin. Siapapun nanti yang memenuhi syarat sesuai ketentuan, tentu nanti kami semua berpikir demi kepentingan Bali ke depan,” ujar Oka Darmawan.

Drama sesungguhnya terjadi hanya beberapa menit sebelum pendaftaran resmi ditutup. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara mengejutkan resmi masuk ke dalam bursa calon melalui ajudannya, Putu Bayu Airlangga. 

Kedatangan utusan Wagub pada pukul 17.20 Wita tetap diterima meski telah melewati jam operasional, namun tim penjaringan tetap melayani karena adanya komunikasi awal yang sudah terjalin.

Putu Bayu mengungkapkan bahwa mandat untuk mengambil formulir tersebut adalah perintah mendadak yang dinanti-nantikannya sepanjang hari.

“Dari pagi saya dikasi ini, tapi menunggu keputusan. Suratnya sudah dari pagi, tapi tiyang menunggu perintah untuk mengambil formulir. Setelah mendapat petunjuk dari pimpinan baru saya bergerak, maka dari itu mengambil formulir agak terlambat,” tutur Bayu 

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Maryoto Subekti, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas awal sudah lengkap, termasuk surat kuasa resmi. 

Kini, ketiga kandidat tersebut harus bergegas memenuhi persyaratan administrasi yang lebih berat, yakni mengantongi dukungan minimal 30 persen suara dari KONI Kabupaten/Kota serta 30 persen dari cabor prestasi dan badan fungsional.

Dengan munculnya tiga nama besar ini, pemilihan Ketum KONI Bali 2026-2030 diprediksi akan menjadi kontestasi yang dinamis yang akan menentukan arah prestasi olahraga Bali di kancah nasional maupun internasional. (ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.