Anggota DPR RI Vita Ervina Soroti Kelalaian Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Yoseph Hary W March 03, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, S.E., M.B.A., menyoroti serius dugaan kelalaian pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menyusul meninggalnya seorang siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara (MIN 2 Ketahun), Kabupaten Bengkulu Utara, pada Minggu malam, 1 Maret 2026.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI tersebut menilai peristiwa ini sebagai alarm keras atas lemahnya pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjamin keamanan dan kualitas makanan bagi peserta didik.

“Kejadian ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam fungsi pengawasan. Program Makan Bergizi Gratis menyasar anak-anak, sehingga tidak boleh dijalankan dengan standar minimal. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama,” tegas Vita Ervina.

Evaluasi total

Ia menekankan bahwa BGN tidak cukup hanya menyampaikan klarifikasi, tetapi harus segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan pangan, hingga distribusi dan pengawasan di lapangan.

“BGN wajib membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain,” ujarnya.

Selain aspek keamanan pangan, Vita Ervina juga menyoroti lemahnya pengawasan dalam perencanaan menu yang selama ini diputuskan dan dilaksanakan secara internal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kesenjangan kualitas gizi serta perbedaan alokasi anggaran antar satuan layanan.

Potensi penyimpangan anggaran

“Tanpa standar menu baku dan mekanisme evaluasi yang konsisten, program ini berpotensi tidak efektif, tidak efisien, dan membuka ruang penyimpangan anggaran,” jelasnya.

Sebagai Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina menegaskan komitmennya untuk mengawal perbaikan menyeluruh pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional melalui penguatan koordinasi dan pengawasan bersama BGN.

“Ke depan, kami mendorong adanya standar perencanaan menu yang jelas, terukur, dan diawasi secara ketat di seluruh satuan layanan, dengan menempatkan aspek keamanan pangan dan keselamatan anak sebagai prioritas mutlak,” pungkas Vita Ervina, alumni MM UGM.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.