650 Tentara AS Tewas dalam Serangan Balasan Iran, IRGC Sebut Washington Sembunyikan Kematian
Januar Imani Ramadhan March 03, 2026 11:42 PM

- Ratusan tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam dua hari pertama perang melawan Iran.

Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini memperkiran sekitar 650 tentara AS yang gugur akibat serangan balasan Iran.

Ia menyebut para tentara yang tewas di berbagai pangkalan militer Timur Tengah sengaja disembuyikan oleh AS, Selasa (3/3/2026).

Diketahui Iran menargetkan berbagai pangkalan militer AS di negara Teluk seperti di Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Serangan itu dilakukan sejak 28 Februari 2026.

Di Bahrain, sekitar 160 pasukan dilaporkan tewas dan luka-luka.

Tak hanya itu, ratusan tentara di pangkalan militer Dubai dan UEA berada di lokasi penyerangan Iran.

Menurut laporan lapangan, lebih dari 40 orang tewas dan lebih dari 70 orang terluka dalam serangan gabungan drone dan rudal oleh unit tempur Angkatan Laut IRGC ini.

Ia menegaskan bawha Iran bakal terus melanjutkan serangan balasan untuk AS dan Israel.

Militer Iran juga menargetkan militer Israel di wilayah pendudukan dan pangkalan pasukan AS di Al-Udeid, Qatar.

Sementara itu, sejumlah warga Iran menggelar upacara pemakaman massal utuk 165 siswi dan staf yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di kota Minab pada Sabtu lalu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.