SERAMBINEWS.COM - SCORE CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menyelenggarakan MAYOR 2026 (Make Your Own Research), sebuah agenda tahunan bergengsi. Pada tahun 2026, MAYOR merupakan acara yang diselenggarakan untuk mengadakan SCORE Goes Public (SGP), yang terdiri dari 4 tingkatan:
Setiap SCORE lokal diwajibkan untuk menyelenggarakan Tingkat 1, Tingkat 2, dan memilih antara Tingkat 3 atau Tingkat 4. Yang mana pada tahun ini, SCORE CIMSA FK USK akan menyelenggarakan Tingkat 4: Penelitian Berbasis Komunitas.
MAYOR 2026 berhasil menggait peserta sebanyak 64 peserta yang berasal dari angkatan 2023, 2024, 2025. Sebagai kegiatan pembuka, SGP Tingkat 1 dilaksanakan pada 21 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada peserta, termasuk struktur anatomi sebuah karya tulis ilmiah, mulai dari metodologi hingga aspek-aspek krusial dalam merancang sebuah studi ilmiah.
Pada pembukaan SGP Tingkat 1 ini, peserta dipaparkan materi oleh ahlinya Hayfa Ramadhani Zainal sebagai IFMSA Certified Research Trainer yang membawakan materi (Landasan Penelitian: memahami Penelitian Dasar, Primer, dan Sekunder) yang bertujuan untuk menguatkan pemahaman dasar, primer, dan sekunder kemudian mengaplikasikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama IFMSA Certified Research Trainer pada masing-masing kelompok.
Melalui pelatihan awal ini, peserta diajak untuk memahami bahwa penelitian bukan sekadar tugas akademik, melainkan instrumen penting bagi kemajuan dunia medis yang harus disusun sesuai standar disiplin ilmu yang ketat.
Memasuki hari pertama SGP Level 2 pada 28 Februari 2026, para peserta menerima materi dari para pakar. Materi pertama dibawakan oleh Dr. dr. Teuku Renaldi, M.K.M. tentang "Desain Penelitian dan Pengumpulan Data" yang mencakup aspek teknis mulai dari identifikasi masalah hingga penguatan tinjauan pustaka untuk menghindari kesalahan umum dalam proses penelitian dan pengumpulan data.
Selanjutnya materi kedua dibawakan oleh Teuku Fais Duta, S.Ked., dalam sesi "Analisis dan Interpretasi Data", membagikan cara untuk mengumpulkan suatu data sebelum digunakan dalam poster ilmiah serta membahas pengelompokan dari metodologi untuk menyelesaikan pertanyaan penelitian.
Pada hari pertama ini, setiap kelompok FGD menyusun abstrak penelitian secara kolaboratif untuk melatih kemampuan analisis dan merangkum gagasan ilmiah secara sistematis dengan didampingi oleh IFMSA Certified Research Trainer.
Baca juga: Radiologi FK USK Ukir Sejarah, Dua Lulusan Perdana Raih Predikat Cumlaude
Pada hari kedua, 1 Maret 2026, para peserta dipaparkan materi mengenai “Desain Poster Ilmiah” oleh Nailah Azka, S.Ked. yang membagikan tips dan trik dalam mendesain poster ilmiah yang menarik, sederhana, komunikatif, dan berbasis data.
Setelah itu, kegiatan difokuskan pada praktik intensif melalui pembuatan poster ilmiah penelitian dengan mengembangkan abstrak yang sudah dibuat di hari pertama. Dalam sesi FGD, setiap kelompok kembali mendapat bimbingan langsung dari fasilitator untuk menerapkan teori ke dalam rancangan nyata.
Lokakarya ini berhasil mendorong peserta untuk menyusun latar belakang yang kuat, menentukan metodologi yang valid, serta merumuskan implikasi penelitian secara sistematis dan berbasis bukti. Sesi ini meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan peserta dalam membuat poster ilmiah, serta daya saing mahasiswa.
"MAYOR 2026 menjadi bukti nyata meningkatnya antusiasme mahasiswa FK USK terhadap literasi ilmiah. Melalui sinergi antara seminar teoretis dan praktik dalam sesi FGD, kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri para peneliti muda," kata Fathi Syabab, Project Officer MAYOR 2026.
Diharapkan semangat inovasi yang didapatkan dari kegiatan ini akan terus tumbuh, memungkinkan mahasiswa kedokteran untuk berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.
MAYOR 2026 merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas kesehatan bangsa. Dengan membentuk mahasiswa kedokteran yang mampu berpikir kritis, menyusun penelitian yang valid, dan menerjemahkan data menjadi solusi nyata, program ini berkontribusi dalam mencetak dokter masa depan yang siap memperkuat sistem kesehatan Indonesia melalui praktik berbasis bukti dan inovasi berkelanjutan.(rel/*)