WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Atmosfer megah Jakarta International Stadium (JIS) berubah menjadi senyap seketika pada Selasa (3/3/2026) malam.
Kemenangan Persija Jakarta yang sudah di depan mata atas Borneo FC buyar tragis di menit-menit akhir pertandingan, memaksa tim julukan "Macan Kemayoran" harus puas berbagi angka 2-2.
Kegagalan mengamankan tiga poin krusial di kandang sendiri memicu kekecewaan mendalam, terutama bagi sang arsitek, Mauricio Souza.
Baca juga: Gol Dramatis Ikhsanul Zikrak di Menit 90+4 Bungkam Jakmania di JIS, Persija Gagal Kunci Tiga Poin
Pelatih asal Brasil itu tidak bisa menyembunyikan kegusarannya atas penurunan performa anak asuhnya yang berakibat fatal.
Pemborosan Peluang di Babak Pertama Jadi Sesalan
Mauricio Souza menyoroti ketidakmampuan lini serang Persija memaksimalkan rangkaian peluang emas, khususnya pada paruh pertama.
Kegagalan Alan dan Alaeddine mengonversi kans menjadi gol dianggap sebagai akar masalah yang seharusnya tidak terjadi di level kompetisi tertinggi.
“Di babak pertama, kami memiliki beberapa kesempatan bersih untuk mencetak gol, dua dari Alan dan satu dari Alaeddine. Seharusnya, jika peluang itu bisa dimaksimalkan, cerita pertandingan akan berbeda. Di level seperti ini, kami tidak boleh menyia-nyiakan banyak kesempatan,” ujar Mauricio dengan nada kecewa usai laga.
Soroti Penurunan Fokus Usai Unggul
Meskipun babak kedua berlangsung lebih seimbang dan Persija sempat mencuri keunggulan, Souza menilai fokus tim justru melorot drastis setelah mencetak gol.
Hilangnya kontrol permainan membuat Borneo FC leluasa melancarkan tekanan.
“Setelah mencetak gol, fokus tim sedikit menurun sehingga saat kebobolan, kontrol pertandingan berkurang. Tim yang memiliki ambisi menjadi juara harus tetap solid dan disiplin, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan,” tegasnya.
Souza juga mengkritik taktik tim yang cenderung terlalu defensif usai unggul, yang justru memberikan ruang gerak bagi Borneo FC.
Gol penyeimbang lawan yang tercipta di area tengah kotak penalti dianggap sebagai bukti kurangnya koordinasi dan penjagaan yang ketat.
Kekecewaan Kapten Rizky Ridho dan Tekad di Sisa Musim
Senada dengan sang pelatih, kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengaku sangat menyayangkan hilangnya dua poin penting di kandang sendiri.
Ridho menegaskan bahwa hasil ini menjadi pelajaran pahit yang harus segera dievaluasi.
“Sangat disayangkan kami harus kehilangan dua poin. Semua tentu kecewa. Kami berusaha mendekat ke puncak klasemen dan peluang itu belum tertutup. Kami akan terus berjuang,” kata Ridho.
Baca juga: Dicoret Persija Jakarta, Ryo Matsumura Kini Menjadi Andalan Bhayangkara Lampung FC
Mantan bek Persebaya itu menegaskan bahwa sisa pertandingan musim ini harus diperlakukan bak laga final demi menjaga asa juara.
“Sepuluh hingga sebelas laga tersisa adalah final bagi kami. Kebobolan di menit akhir menjadi pelajaran penting. Kami harus lebih fokus, konsentrasi, memperbaiki kesalahan individu, dan disiplin mengikuti instruksi pelatih,” pungkasnya.
Klasemen Sementara: Persija Terancam Dikudeta Borneo FC
Hasil imbang ini membuat posisi Persija Jakarta di peringkat kedua klasemen sementara Liga 1 semakin rentan.
Dari 24 pertandingan yang telah dimainkan, Macan Kemayoran mengoleksi 51 poin.
Sementara itu, Borneo FC menempel ketat di posisi ketiga dengan koleksi 50 poin.
Tim berjuluk "Pesut Etam" tersebut memiliki keuntungan karena baru menjalani 23 pertandingan, memberikan mereka peluang besar untuk mengudeta posisi Persija jika mampu memenangkan laga tunda.