Perkim Aceh Selatan Rampungkan 110 Paket Pekerjaan, Realisasi Fisik Capai 93,59 Persen
Saifullah March 04, 2026 03:35 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Aceh Selatan di sepanjang Tahun Anggaran 2025, mencatat realisasi pelaksanaan program mencapai 93,59 persen, dari total 110 paket pekerjaan yang dibiayai melalui APBK.

Capaian itu tertuang dalam dokumen “Rekam Jejak Kegiatan Fisik APBD 2025” yang dirilis awal Januari 2026. 

Laporan tersebut menjadi wujud transparansi sekaligus pertanggungjawaban publik atas pengelolaan anggaran sektor perumahan dan kawasan permukiman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Aceh Selatan, Renol Riandy mengungkapkan, total anggaran yang dikelola pihaknya sepanjang 2025 mencapai Rp14,49 miliar lebih.

“Secara umum, pelaksanaan seluruh paket pekerjaan telah berjalan sesuai rencana,” katanya. 

“Capaian 93,59 persen ini merupakan hasil kerja keras tim dan dukungan berbagai pihak,” ujar Renol di Tapaktuan, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: 14 Unit Huntap Dibangun untuk Korban Banjir di Aceh Selatan, Perkim: Jumlah Masih Tentatif

Berdasarkan tabel capaian output, sejumlah program fisik yang direalisasikan meliputi:

  • Pembangunan dan rehabilitasi 18 unit rumah korban bencana.
  • Rehabilitasi 28 unit rumah tidak layak huni.
  • Pembangunan jalan lingkungan sepanjang 6.143,60 meter.
  • Pembangunan dan normalisasi saluran/drainase lingkungan sepanjang ribuan meter.
  • Pengerasan dan penimbunan jalan lingkungan.
  • Pembangunan talud atau dinding penahan.
  • Pembangunan pagar serta RTH/TPU.
  • Pemasangan paving block seluas 338,62 meter persegi. 

Menurut Renol, orientasi pembangunan tidak semata pada besaran serapan anggaran, melainkan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberi manfaat nyata, baik dalam bentuk hunian layak, lingkungan yang tertata, maupun infrastruktur dasar yang menunjang aktivitas warga,” urainya.

Baca juga: Gandeng BP BUMN, Perkim Aceh Petakan Potensi 1.232 Unit Huntara di Empat Kabupaten

Di balik capaian tersebut, Perkim Aceh Selatan mengakui masih menghadapi sejumlah kendala. 

Faktor cuaca, tantangan teknis di lapangan, hingga keterbatasan sumber daya menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan proyek. 

Renol menegaskan, pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi.

“Kami menyadari masih ada kekurangan. Karena itu, kritik dan saran konstruktif sangat kami harapkan untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Ia memastikan komitmen peningkatan kualitas perencanaan, pengawasan, dan pengendalian pekerjaan akan terus diperkuat agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Renol menekankan, bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa berdiri sendiri.

Dukungan masyarakat menjadi energi penting dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan permukiman.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” papar dia. 

“Dengan kebersamaan, kita optimistis Aceh Selatan akan semakin maju dan produktif,” ucapnya.

Baca juga: Anggota DPRA Desak BWS Sumatera I Tangani Abrasi DAS Kluet Aceh Selatan

Rekam Jejak Pembangunan 2025 ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam penyusunan program tahun berikutnya.

Sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

“Dengan kolaborasi yang solid, Aceh Selatan menatap masa depan dengan optimisme, menuju daerah yang lebih tertata, nyaman dihuni, semakin maju dan produktif,” pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.