TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca dilakukan penggeledahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), sejumlah toko emas di Kotamobagu tetap berjualan.
Dari pantauan Tribunmanado.co.id, Selasa 3 Maret 2026 di pasar Kotamobagu, sekitar sembilan toko tetap melayani jual beli emas.
Namun, ada salah satu toko yang tampan dipasangi garis Kejaksaan.
Deden salah seorang warga mengaku senang karena toko emas tetap berjualan.
Menurutnya, hari raya Idul Fitri sudah sangat dekat.
"Sebagian besar warga di Kotamobagu dan Bolmong adalah penambang. Mereka bergantung hidup disana, kalau emas tidak ada yang beli maka ekonomi mereka akan sulit," tegasnya.
Sementara itu, Yoga salah seorang penambang mengaku tetap kesulitan berjualan emas.
Ia mengaku toko emas yang buka hari ini hanya membeli perhiasan saja.
"Kami yang berjualan emas hasil tambang tidak dibeli," kata dia.
"Yang dibeli hanya perhiasan saat ini, makanya kami sangat kesulitan," tuturnya.
Dirinya berharap ada solusi dari pemerintah terkait hal ini.
"Banyak pembeli sudah kabur, emas kami tak laku," katanya.
"Jadi kami berharap ada solusi dari pemerintah," tegas dia. (Nie)