Profil Muhammad Saifuddin, Ketua Pansus Hunian Layak yang Larang Kos Harian di Surabaya
Pipit Maulidya March 03, 2026 10:32 PM

 

SURYA.co.id - Inilah sosok Muhammad Saifuddin, politisi Partai Demokrat yang kini dipercaya memimpin Panitia Khusus (Pansus) Hunian Layak DPRD Surabaya.

Namanya mencuat setelah menegaskan larangan kos harian dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hunian Layak Kota Surabaya.

Menurut Saifuddin, pengelolaan tempat kos di Surabaya perlu diatur lebih ketat demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Kos harian kita larang keras karena rentan pelanggaran norma dan kejahatan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Raperda yang saat ini tinggal menunggu evaluasi Gubernur Jawa Timur untuk menyepakati bahwa kos hanya boleh disewakan dengan durasi minimal satu bulan.

Selain itu, bangunan kos di kawasan tertentu akan dibatasi maksimal tiga lantai.

Untuk wilayah perkampungan, kos tetap diperbolehkan dengan sejumlah ketentuan, yakni maksimal lima kamar atau dihuni paling banyak 10 orang.

Tak hanya berisi pembatasan, regulasi ini juga membawa kabar baik bagi para penghuni kos.

Melalui Raperda tersebut, alamat kos nantinya dapat digunakan sebagai alamat domisili resmi untuk keperluan administrasi kependudukan.

Pemilik kos pun diwajibkan tidak menghalangi penyewa dalam mengurus dokumen administrasi.

“Bantu penghuni kos,” tegas Saifuddin, anggota Komisi A dari Partai Demokrat.

Baca juga: Komplotan Maling Motor Surabaya Terungkap Justru Saat Tertangkap Nyolong Tabung Gas Elpiji

Sanksi Tegas

Dalam rancangan peraturan daerah (Raperda), DPRD dan Pemkot menyiapkan sanksi bertahap bagi pelanggar.

Sanksi ini bisa berupa penutupan usaha, hingga pembongkaran bangunan oleh Satpol PP jika peringatan diabaikan.

Dengan Raperda Hunian Layak, DPRD Surabaya berharap pengaturan hunian sewa tidak hanya menertibkan administrasi, tapi juga meningkatkan keamanan lingkungan dan kualitas hidup warga kota secara keseluruhan.

Profil Muhammad Saifuddin

Muhammad Saifuddin merupakan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Demokrat.

Dikutip dari Tribun Madura, politisi kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur ini tumbuh dari keluarga petani sederhana dengan tempaan kehidupan yang keras.

Semangat untuk memperbaiki nasib membawanya merantau ke Surabaya guna menempuh pendidikan tinggi.

Saat kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah dipercaya menjadi pengurus PKC PMII Jawa Timur.

Pengalaman panjangnya di dunia organisasi dan politik mengantarkannya menjadi salah satu dari 12 penerima penghargaan Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2024 dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN).

Penghargaan itu dimaknainya sebagai amanah untuk terus menginspirasi generasi muda Nahdliyin agar berani berkompetisi di bidang pendidikan, ekonomi, maupun politik. (Nuraini Faiq/Pipit Maulidiya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.