BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perayaan Cap Go Meh menjadi acara spesial dan dinanti-nanti oleh masyarakat Tionghoa selain Imlek.
Cap Go Meh, menjadi tradisi yang dirayakan oleh masyarakat dari etnis Tionghoa setelah perayaan Imlek.
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili diperingati pada 17 Februari 2026.
Maka Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek yaitu jatuh pada hari ini, Selasa (3/3/2026).
Seperti yang dirayakan di Klenteng Bakti, Desa Puput, Kecamatan Parittiga, bersama masyarakat Tionghoa terlihat ramai berkumpul menyaksikan berbagai macam hiburan.
Kegiatan itu bertemakan toleransi berbudaya dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati Bangka Barat, Markus, terlihat hadir dalam kegiatan itu, beserta jajaranya dan unsur Forkopimda Bangka Barat.
Ia mengatakan, kegiatan seperti ini sebagai wujud nyata keberagaman dan toleransi terus dijaga dan rawat bersama.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, menyambut baik semangat toleransi dan silaturahmi dari berbagai etnis yang ada di daerah ini agar dapat terus dilestarikan.
"Generasi muda juga diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang kreatif dan positif, mengikuti perkembangan zaman.
Tanpa mengurangi nilai-nilai budaya dan kebersamaan yang telah diwariskan," kata Bupati Bangka Barat, Markus dalam kegiatan itu, Selasa (3/3/2026) malam.
Menurutnya, dengan keberagaman ini tentu menjadi potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata, budaya, serta pertumbuhan ekonomi di Bangka Barat.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat Desa Puput agar selalu menjaga ketertiban dan keamanan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," harapnya.
Ia memahami, masyarakat di sini sangat cinta damai dan bangga terhadap Bangka Barat.
"Desa Pelangas dan Desa Puput bahkan telah ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai Desa Sadar Kerukunan.
Mari kita bersama, Pemkab dan masyarakat menjaga predikat Desa Sadar Kerukunan ini agar tetap menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Parittiga," terangnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)