Serangan Iran terhadap Dubai membuat kota wisata mewah itu tak lagi aman. Turis-turis kaya pun mulai meninggalkan Dubai secepat mungkin dengan jet pribadi.
Dubai telah berada dalam keadaan tegang sejak drone dan rudal ditembakkan oleh Iran. Serangan itu merusak bandara dan menghantam beberapa hotel serta landmark terkenal Dubai.
Kota yang biasanya gemerlap dan menjadi tempat wisata miliarder itu mulai kehilangan sinarnya. Dalam sekejap, peringatan akan rudal terus berdatangan, bahkan bandara terpaksa ditutup.
Salah satu alternatif adalah melakukan perjalanan darat ke Oman yang memakan waktu sekitar empat setengah jam. Bandara Internasional Muskat masih terus beroperasi, walau dengan penundaan.
Sebagian besar penerbangan komersial dari Muscat ke Eropa telah penuh dipesan hingga akhir pekan ini, menurut situs pemesanan, seperti dikutip dari pada Selasa (3/3/2026).
Alexandra Vavilova, seorang turis Rusia yang sedang berlibur di Dubai, mengatakan bahwa ia berhasil mendapatkan salah satu tiket terakhir yang tersedia pada Senin malam, penerbangan dari Muscat ke Kolombo, Sri Lanka.
Sementara itu, harga jet pribadi dari Muscat telah melonjak yang didorong oleh meningkatnya permintaan dan kesulitan mendapatkan pesawat di wilayah konflik ini.
JetVip, sebuah perusahaan perantara jet pribadi yang berbasis di Muscat, mengatakan kepada Guardian bahwa penerbangan ke Istanbul dengan Nextant, salah satu jet terkecil yang tersedia, sekarang bertarif sekitar €85.000 (Rp 1,6 miliar), kira-kira tiga kali lipat dari harga biasanya. Kursi pada penerbangan charter pribadi ke Moskow dijual dengan harga sekitar €20.000 (Rp 394 juta) per orang.
Beberapa perusahaan jet pribadi mengatakan bahwa mereka saat ini tidak dapat mengerahkan pesawat karena kesulitan menempatkan armada di Timur Tengah.
Seorang perwakilan dari perusahaan charter AlbaJet yang berbasis di Austria mengatakan bahwa saat ini ketersediaan mereka sangat terbatas. Mereka menawarkan penerbangan dari Timur Tengah ke Eropa dengan harga sekitar €90.000 (Rp 1,7 miliar).
"Banyak operator pesawat tidak akan melakukan penerbangan karena persyaratan asuransi dan keputusan pemilik. Jadi, permintaannya tinggi, tetapi pasokannya sangat sedikit," katanya.
Pilihan lain untuk meninggalkan UEA adalah berkendara selama 10 jam ke Riyadh, di mana bandara Arab Saudi masih beroperasi.
Ameerh Naran, kepala eksekutif perusahaan perantara jet pribadi Vimana Private Jets, mengatakan kepada media tersebut bahwa penerbangan dari Riyadh ke Eropa sekarang berharga hingga $350.000 (Rp 5,9 miliar) .
Gangguan ini telah memicu badai politik di Italia setelah menteri pertahanan, Guido Crosetto, terbang pulang pada hari Senin dengan pesawat pemerintah Italia, yang menuai kritik karena ratusan warga Italia lainnya masih terdampar di Dubai.
Kebingungan meningkat pada hari Senin mengenai operasional di bandara Dubai dan Abu Dhabi, dengan laporan yang saling bertentangan tentang keberangkatan, pembatalan, dan kapan penerbangan mungkin akan dilanjutkan.
Maskapai penerbangan besar, termasuk Emirates, flydubai, dan Etihad, mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan sejumlah penerbangan terbatas, terutama untuk membantu memulangkan penumpang yang terdampar.
Dewan Pariwisata Dubai telah menginstruksikan hotel-hotel lokal untuk tidak mengusir wisatawan yang tidak dapat meninggalkan negara tersebut karena pembatalan penerbangan massal, dan untuk memperpanjang masa inap mereka dengan ketentuan yang sama seperti pemesanan awal mereka.







