RAIHAN Akui Menyesal Bacok Fara Gegara Cinta Ditolak, Sempat Ingin Akhiri Hidup, Kini Terima Dihukum
Tommy Simatupang March 03, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Raihan Mufazzar pelaku yang membacok Farradhila Ayu Pramesti di UIN Suska Riau mengaku menyesal dan ingin salat tobat.  

Ibu Fara, mengatakan bahwa putrinya masih trauma dan masih dalam pemulihan setelah dibacok Raihan pada Kamis (26/2/2026) kemarin. 

Lima hari menjalani perawatan hingga dioperasi, kondisi Fara kini semakin membaik.

"Untuk perkembangan anak saya sendiri, yang saya lihat setiap harinya alhamdulillah dia udah bisa duduk walaupun masih ada rasa pusing," ungkap ibunda Fara, dilansir TribunnewsBogor.com dari akun TikTok @kendrickzhangg, Selasa (3/3/2026).

Tiap hari memantau kondisi sang putri, ibunda Fara menyebut korban sudah bisa melakukan aktivitas seperti sebelum kejadian.

Bahkan Fara kini sudah kuat berdiri dan berjalan.

"Alhamdulillah hari ini dia mulai udah bisa berdiri. Dia juga udah tidak mau lagi di tempat tidur buang air kecilnya, dia mau pergi ke kamar mandi," pungkas ibunda Fara.

Kendati demikian, Fara masih ada masalah dengan makanan.

Kata ibunya, Fara masih sering merasa mual jika makan terlalu banyak.

"Dia tidak ada masalah dengan makan. Cuma kalau dia makan banyak, dia merasa mual, udah dulu saya stop. Memang dari pertama saya minta makannya bubur, karena dia habis operasi," imbuh ibunda Fara.

Baca juga: PRABOWO Didesak Keluar dari Organisasi Board of Peace Imbas Konflik Iran vs Israel:Demi Jaga Prinsip

Baca juga: Kasus Tewasnya Indra Utama, Keluarga Sesalkan Dugaan Penghakiman Sepihak

Pengakuan dosa pelaku

Sementara kondisi Fara kian membaik, kabar pelaku yakni Raihan belakangan diungkap penyidik.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Z. Pandra Arsyad menceritakan soal proses interogasi pelaku.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka, Raihan diketahui adalah sosok yang tertutup.

Saat diinterogasi, Raihan menceritakan alasannya jatuh hati pada korban, Fara.

Kata Raihan, Fara bisa memberikan keceriaan yang selama ini tak pernah ia dapatkan dari orang lain di hidupnya.

"RM ini memang sangat tertutup dan selalu mendapatkan sesuatu yang dia dapat ini memang baru dari korban ini cukup ceria," imbuh Kombes Pol Z. Pandra Arsyad.

Kepada penyidik, Raihan pun menceritakan soal momen manisnya KKN bersama korban.

Dari sanalah Raihan kepincut pada korban yang padahal sudah memiliki pacar.

"Tadi dia (pelaku) ceritakan bagaimana pada saat KKN bagaimana keceriaan rupanya menjadi role model di sini. Bahkan dia (pelaku) cerita sendiri bahwa keceriaan korban ini membuat anak-anak di daerah wilayah yang menjadi tempat KKN jadi dekat," ujar Kombes Pol Z. Pandra Arsyad.

Usai melakukan aksi jahatnya, pelaku mengaku sempat ingin mengakhiri hidup.

Beruntung penyidik kepolisian segera menangkapnya dan melakukan pendampingan.

"Pascakejadian itu sebenarnya dia (pelaku) ingin mengakhiri hidupnya sampai begitunya. Jadi memang alone," imbuh Kombes Pol Z. Pandra Arsyad.

Atas perbuatannya itu, pelaku mengaku sangat menyesalinya.

Saking menyesalnya, pelaku kini ingin bertaubat dan kembali ke jalan Tuhan.

"Dia (pelaku) cukup menyesal dan dia pengin sekali melaksanakan sholat taubat. Ini yang dia sampaikan tadi, ingin sekali sholat taubat. Tentunya perlu ada suatu bacaan-bacaan untuk meningkatkan spiritual dia kepada Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Kombes Pol Z. Pandra Arsyad.

"Dia ini menghadapi pemeriksaan menghadapi hukum itu dengan tenang, dan dia bertanggung jawab. Intinya (pelaku) menyesal," sambungnya.

Motif pembacokan

Sebelumnya diwartakan, penyidik mengurai pengakuan mengejutkan Raihan soal alasannya tega membacok Fara secara membabi buta.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengungkap pengakuan dari Raihan soal motif pembacokan.

Rupanya amarah Raihan memuncak karena tak terima ditolak Fara.

Selama ini Raihan menganggap Fara adalah kekasihnya, tapi Fara tidak membalas cintanya.

"Kami tanyakan hubungan seperti apa, tersangka menyatakan dia merasa lebih dari sekedar teman, namun korban sendiri tidak merasakan hal yang sama," ungkap AKP Anggi Rian Diansyah.

Gara-gara hal tersebut, Raihan akhirnya punya niatan untuk menganiaya Fara.

Belakangan terungkap, Raihan sudah punya niat jahat terhadap Fara sejak November 2025 lalu.

Saat ditanyai penyidik kepolisian soal alasan membacok Fara, Raihan kikuk.

"Tujuan kau, target kau melakukan pembacokan itu apa (membuat korban) cacat (atau) mati?" tanya penyidik, dilansir dari video di instagram akun awreceh.id.

"Enggak mati (tidak ingin membuat korban tewas)," jawab Raihan.

"Kalau tujuan kau tidak bikin mati, benda yang kau gunakan untuk melakukan penganiayaan itu adalah alat yang layak untuk mati. Kau bawa kapak dan kau bawa parang," ungkap penyidik.

"Heh, jawab kalau orang bertanya," omel penyidik.

"Pertanyaan saya sekali lagi, kau (mau bikin korban) mati?" tanya penyidik lain.

"Enggak," ujar pelaku sambil geleng kepala.

"Jadi targetmu mati ya, mau membunuh ya?" tanya penyidik lagi tanpa merekam pelaku dengan jelas.

Mendengar pertanyaan itu, Raihan spontan menganggukan kepala.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.