Soal Konflik Timur Tengah, Gubernur Ini Minta Prabowo Tegas : Sisa Minyak Kita 21 Hari Lagi
Refly Permana March 03, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, meminta pihak Iran, Amerika Serikat, dan Israel untuk menyelesaikan konflik melalui diplomasi.

Sikap Prabowo dianggap belum tegas oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

Jika perang di Timur Tengah tersebut berlarut-larut, maka ekonomi dunia bakal menjadi taruhannya.

Mahyeldi mengatakan, Prabowo merupakan sebagai bagian dari forum internasional Board of Peace (BoP).

Baca juga: IDF Pasukan Tempur Israel Serang Kantor Presiden Iran, tempat Kerja Almarhum Khamenei

Ia menegaskan, Indonesia harus mengecam segala tindakan yang memicu peperangan. 

“Presiden kita sebagai anggota di sana (BoP) harus menunjukkan sikap bahwa Indonesia adalah negara yang cinta perdamaian dan anti peperangan. Kita semua harus mengecam tindakan itu,” kata Mahyeldi usai konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026)..

Mahyeldi mengingatkan bahwa konflik ini bukan sekadar urusan politik luar negeri.

Namun, melainkan ancaman nyata bagi ekonomi nasional.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran disebut sebagai ancaman serius bagi distribusi minyak dunia yang akan berdampak langsung ke daerah, termasuk Sumatera Barat.

Berdasarkan data kementerian terkait, stok energi nasional berada dalam posisi waspada jika konflik terus berlanjut tanpa solusi diplomatik. 

“Menteri ESDM sudah menyampaikan cadangan BBM kita sekitar 21 hari. Kalau lewat dari itu tentu akan berdampak. Karena itu, pemerintah daerah mulai membahas langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak lanjutan konflik global ini,” kata Mahyeldi.

Baca juga: Trump Ancam Segera Kirim Serangan Baru ke Iran, Tegaskan Operasi Amerika Belum Usai!

Orang nomor satu di Sumatera Barat ini juga menyesalkan tindakan Amerika Serikat.

Negara adidaya tersebut merupakan bagian dari BoP yang sangat menentang keras terjadinya perang.

“Kita sesalkan Amerika dengan Board of Peace-nya. Di sana ada kata peace, perdamaian, tapi Amerika pula yang mengawali perang ini,” ujar Mahyeldi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.