Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao yang menjadi andalan petani di Kabupaten Aceh Tenggara sempat stagnan selama sekitar satu bulan terakhir.
Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Merosot Tajam, Petani Menjerit Jelang Lebaran
Kini, harga kakao kering di tingkat petani mulai mengalami kenaikan dari Rp 30.000 per kilogram (Kg) menjadi Rp 32.000 per kg, atau naik sebesar Rp 2.000 per kg.
Pengepul kakao di Aceh Tenggara, Sabri alias Win, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut menyesuaikan dengan perkembangan harga di pasar Medan.
"Saat ini harga kakao kering ditingkat petani dilaporkan mulai merangkak naik yakni Rp 32.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 30.000 per kilogram. Kenaikan harga kakao ini sesuai dengan harga di pasaran Sumatera Utara (Medan).
Karena, kakao kering yang dibeli di tingkat petani tergantung harga di pasaran Medan. Ya, kalau naik harga kakao, ya pasti kita naikan beli di tingkat petani," ujar Sabri kepada TribunGayo.com, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang di Aceh Tenggara Hari Ini Stabil
Menurutnya, sebagian besar kakao dari Aceh Tenggara dipasarkan ke Medan sehingga fluktuasi harga di wilayah tersebut sangat berpengaruh terhadap harga di tingkat petani.
Sementara itu, para petani kakao di Kecamatan Bukit Tusam dan Kecamatan Lawe Sigala-gala berharap harga terus meningkat, terutama saat bulan suci Ramadan dan menjelan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Wasmar, petani kakao di Desa Lawe Loning Aman, mengatakan kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat menjelang Lebaran.
"Tentunya, kebutuhan semakin besar seperti beli baju lebaran dan aneka kue lebaran," ujar Wasmar, petani kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala -gala.
Hal senada disampaikan petani kakao lainnya Muslim, Asbi, Kiki dan petani lainnya di Aceh Tenggara. (*)
Baca juga: Petani di Aceh Tenggara Keluhkan Harga Kakao yang Merosot Tajam Rp 30.000/Kg