SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Angin puting beliung melanda wilayah Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (3/3/2026) sore.
Pohon sukun besar ambruk dan menimpa bangunan Madrasah Diniyah serta rumah warga di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.
Sedikitnya enam rumah di Dusun Srigading mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin.
BPBD Tulungagung memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebuah pohon sukun ambruk menimpa sebuah bangunan Madrasah Diniyah dan rumah warga di Dusun Srigading, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Selasa (3/3/2026) sore.
Robohnya pohon ini disebabkan angin puting beliung yang melanda kawasan ini.
Setidaknya ada sekitar 6 rumah yang rusak di wilayah RT 3 RW 3 Dusun Srigading saja.
“Yang paling parah tertimpa pohon sukun ini,” ujar salah satu warga setempat, Imam.
Menurut Imam, angin bertiup saat hujan sekitar pukul 15.00 WIB dari arah selatan.
Awalnya hanya angin kecang yang bertiup beberapa menit, namun tidak sampai merusak.
Setelah angin pertama reda, ada jeda antara 3-5 menit datang gelombang kedua dengan kekuatan lebih besar.
“Angin kedua ini lebih kuat dan berputar-putar sangat cepat. Bertiupnya juga tidak lama,” sambung Imam.
Tiupan puting beliung ini hanya sekitar 1 menit dari arah selatan bergerak ke timur laut.
Meski sebentar, dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat besar.
Puluhan rumah rusak pada bagian atapnya, sejumlah pohon ambruk termasuk pohon sukun yang menimpa madrasah dan rumah milik Abdul Kharim.
“Kebanyakan rusak di bagian atapnya. Asbes pecah, genteng rontok,” katanya.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung berupaya menyingkirkan batang pohon sukun yang masih menimpa rumah dan madrasah.
Dengan gergaji mesin, petugas memotong sedikit demi sedikit batang pohon dan mengikatnya dengan tali agar tidak jatuh menimpa bangunan.
Upaya ini membutuhkan waktu namun lebih aman karena tidak menimbulkan kerusakan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengatakan ada 6 rumah yang rusak kategori ringan di Desa Plosokandang.
Kerusakan paling banyak justru ada di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, dengan 38 rumah rusak ringan.
“Kedua desa sama, kerusakan paling banyak bagian atap, seperti atap yang rontok diterjang puting beliung,” ungkapnya.
Selain itu ada satu rumah yang rusak karena tertimpa pohon yang ambruk.
Secara umum Teguh menilai kerusakan tidak ada yang parah, dan masih bisa ditangani.