BOLASPORT.COM - Persija Jakarta gagal meraih kemenangan atas Borneo FC pada pekan ke-24 Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3/2026).
Dalam laga itu, Persija bermain imbang 2-2 lawan Borneo FC.
Dua gol Persija dicetak oleh Gustavo Almeida dan Fabio Calonego.
Sementara dua gol Borneo FC dilesatkan oleh Juan Villa dan Ikhsan Nul Zikrak.
Usai pertandingan, pelatih Persija, Mauricio Souza, angkat bicara.
Juru taktik asal Brasil itu menyoroti dua penyebab yang membuat Macan Kemayoran gagal menang.
Pertama adalah kurang tajamnya lini depan Persija.
Mauricio Souza menilai, banyak sekali peluang emas yang didapatkan Persija terutama di babak pertama.
Beberapa peluang lahir diantaranya lewat Emaxwell Souza dan Alaeddine Ajaraie.
Namun, buruknya penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat Persija gagal mengamankan tiga poin.
"Di babak pertama kami punya beberapa kesempatan untuk mencetak gol."
"Ada dua peluang dari Alano Lima, kemudian Alaeddine Ajaraie juga punya momen bagus."
"Kalau peluang-peluang itu bisa dimaksimalkan, mungkin hasilnya akan berbeda,” ujar Mauricio Souza kepada awak media termasuk BolaSport.com.
Juru taktik berusia 51 tahun itu menegaskan di level kompetisi tertinggi, kegagalan memanfaatkan peluang menjadi kesalahan yang mahal.
Sementara, Persija membutuhkan kemenangan.
"Di level seperti ini, Anda tidak bisa melewatkan terlalu banyak kesempatan."
"Kalau ingin jadi tim juara, setiap peluang harus dimaksimalkan,” tegas Mauricio Souza.
Memasuki babak kedua, pertandingan Persija melawan Borneo FC berjalan lebih seimbang.
Persija sempat mencetak gol di awal paruh kedua dan berada dalam momentum positif.
Namun, Mauricio Souza menyayangkan perubahan fokus yang terjadi setelah timnya unggul.
Kurang fokusnya itu menjadi penyebab kedua yang membuat Persija gagal menang lawan Borneo FC.
"Babak kedua lebih seimbang dan kami bisa mencetak gol di awal."
"Tapi setelah itu, jangan tanya kenapa, fokus kami justru menurun."
"Saat kebobolan, konsentrasi kami berkurang,” kata Mauricio Souza.
Menurut Mauricio, setelah mencetak gol, timnya gagal menjaga intensitas dan kontrol permainan.
Hal itu membuat Borneo FC mampu kembali menguasai jalannya laga hingga berhasil mencetak gol di menit akhir babak kedua.
"Setelah mencetak gol, kami tidak bisa mempertahankan kontrol pertandingan."
"Tim yang ingin menjadi juara harus tetap menyerang atau setidaknya siap dengan serangan balik yang efektif,” kata Mauricio Souza.