TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Perayaan Cap Go Meh 2026 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, resmi dimulai, Selasa (3/3/2026) malam.
Sejak pukul 20.30 Wita, suasana di kawasan Jalan S Parman, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, mulai dipadati warga.
Ruas jalan di sekitar kelenteng tampak sesak. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, tua-muda, pria-wanita, tumpah ruah memadati area tersebut.
Kerumunan semakin bertambah seiring waktu. Lampion dan ornamen khas Imlek menjadi latar semaraknya malam.
Warga berdesakan di sisi jalan untuk menyaksikan rangkaian acara yang telah dinanti.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis UNG, Singgung Biaya Studi
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, tiba di lokasi sekitar pukul 21.15 Wita.
Setibanya di kelenteng, ia langsung disambut oleh pengurus dan tokoh agama sebelum memasuki area utama kegiatan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Cap Go Meh, Candra Dunda, menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan kegiatan, mulai dari dasar hukum di daerah hingga izin kepolisian dan teknis lainnya.
"Tujuan pelaksanaan bertujuan untuk lebih meningkatkan pembinaan umat dalam berperan aktif dalam segala bidang," ujarnya.
Menurutnya, perayaan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan mendorong partisipasi dalam pembangunan.
Baca juga: Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Pedagang di Kota Gorontalo Pilih Habiskan Stok
"Menjalin toleransi antar umat beragama, berperan aktif dalam membangun bangsa," lanjutnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan nilai spiritual dalam perayaan tersebut.
"Mengamalkan ajaran Tri Drama," katanya.
Adapun tema yang diusung tahun ini adalah budaya agama, literasi dan masa depan.
Sementara itu, Ketua TITD Tulus Harapan Kita, Kho Shio Khin, dalam sambutannya mengingatkan makna Cap Go Meh sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
"Perayaan cap go Meh merupakan perayaan turun-temurun yang merupakan bentuk syukur pada tahun baru," ujarnya.
Ia juga menyoroti makna toleransi dalam konteks kebhinekaan Indonesia.
"Di Indonesia Cap Go Meh merupakan toleransi anta umat beragama," bebernya.
Menurutnya, perayaan ini bukan hanya milik satu komunitas, melainkan membawa nilai kebersamaan yang lebih luas.
"Perayaan ini tidak hanya penting bagi masyarakat Tionghoa tetapi juga membawa berkah kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kita semua," ucapnya.
Kho Shio Khin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat menikmati perayaan dengan penuh suka cita.
"Mari kita Rayakan cap go Meh ini dengan penuh semangat, suka cita," pungkasnya.
Setelah sambutan, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, secara resmi melepas dan membuka kegiatan tersebut.
Tak lama berselang, arak-arakan mulai keluar dari dalam kelenteng dan mengitari jalanan di Kota Gorontalo.
Sorak sorai warga pecah ketika barongsai tampil atraktif di tengah kerumunan.
Penampilan ondel-ondel turut menambah semarak euforia Imlek 2026.
Suasana semakin meriah dengan persembahan Langga dan Koko’o, tradisi khas Gorontalo yang berpadu harmonis dengan nuansa budaya Tionghoa.
Malam itu, kawasan TITD Tulus Harapan Kita benar-benar berubah menjadi lautan manusia. (*)