Brutal, Preman Real Madrid Dengkulin Wajah Pemain Getafe
Ade Jayadireja March 04, 2026 05:33 AM

TWITTER.COM/FABRIZIOROMANO
Bek sayap Getafe, Diego Rico, membeberkan 'kebiadaban' Antonio Ruediger yang disebut sebagai preman Real Madrid.

BOLASPORT.COM - Bek sayap Getafe, Diego Rico, membeberkan 'kebiadaban' Antonio Ruediger yang disebut sebagai preman Real Madrid.

Pertemuan Antonio Ruediger dan Diego Rico terjadi saat Real Madrid menjamu Getafe dalam pekan ke-27 Liga Spanyol 2025-2026.

Pertarungan di Estadio Santiago Bernabeu pada Senin (2/3/2026) berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu.

Gol tunggal dari Martin Satriano menghasilkan tiga poin bagi Getafe.

Pertandingan dibumbui oleh sebuah insiden brutal antara Antonio Ruediger dan Diego Rico.

Perseteruan mereka dimulai saat berebut bola di dekat garis pinggir lapangan.

Setelahnya, Ruediger menjatuhkan diri dengan lututnya mengenai wajah Rico yang tersungkur ke rumput.

Sang bek kiri Getafe menyayangkan ketiadaan peran VAR atas insiden tersebut.

 

"Jika dia menemui saya di saat yang tidak tepat, dia bisa saja meninggalkanku di sana," kata Rico seperti dikutip BolaSport.com dari Marca.

"Dia akan menghancurkan wajah saya."

"Jika situasinya terbalik, saya akan menerima larangan bermain 10 pertandingan yang sama dan tidak akan bermain sepanjang musim."

"Saya tidak tahu untuk apa VAR karena seharusnya ada untuk situasi seperti ini," ucap dia.

Lebih lanjut, Rico yakin Ruediger melakukan tindakan kasar dengan sengaja.

"Jelas sekali dia berniat memukul saya dengan sengaja karena pada permainan sebelumnya terjadi perkelahian yang berujung pada pelanggaran," tutur pemain asal Spanyol itu.

"Saat kembali ke pertahanan, dia mengucapkan beberapa kata, lalu pada permainan berikutnya bola datang ke arah saya dan Anda bisa melihat bagaimana dirinya hampir mendorong rekan setim sendiri ke samping untuk menghantam wajah saya."

"Jika dia menangkap saya dalam posisi yang buruk, dia bisa saja membiarkan saya tergeletak di rumput," pungkas Rico.

Ruediger memang dikenal sebagai pemain berkarakter keras di lapangan.

Tak heran jika dia dilabeli sebagai 'preman'.

Pada final Copa del Rey 2024-2025 antara Madrid dan Barcelona, bek timnas Jerman itu ngamuk kepada wasit.

Ruediger sangat emosional dan tampak siap menerkam pengadil lapangan.

Dia pun sempat melempar sekantong es sehingga membuatnya menerima kartu merah.

Sadar beraksi berlebihan, Ruediger meminta maaf.

Sang eks bek Chelsea mengaku menyesal atas sikap buruknya.

"Tidak ada alasan untuk perilaku saya tadi malam," isi pernyataan Ruediger via media sosial.

"Saya sangat menyesal atas hal itu."

"Kami bermain sangat baik sejak babak kedua."

"Setelah 111 menit, saya tidak dapat membantu tim saya lagi dan sebelum peluit akhir, saya melakukan kesalahan."

"Sekali lagi saya minta maaf kepada wasit dan semua orang yang telah saya kecewakan tadi malam," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.