Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) bergerak cepat mengusut dugaan korupsi tambang milik PT Hakian Wellem Rumansi (PT HWR).
Pada Senin (2/3/2026), penyidik melakukan penggeledahan dan penyitaan aset di lima toko emas yang tersebar di Kota Manado dan Kota Kotamobagu.
Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri aliran emas hasil produksi PT HWR selama periode 2005 hingga 2025 di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
“Kami mendeteksi adanya keterkaitan kuat antara aktivitas toko-toko ini dengan peredaran emas dari tambang PT HWR. Karena itu, penyidik perlu mengamankan aset-aset tersebut demi kepentingan pembuktian perkara,” ujar Januarius dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
Berikut daftar nama toko emas yang digeledah Kejati Sulut:. Baca selengkapnya
Ariel Warouw resmi diangkat sebagai Komisaris PT Telkom Infrastruktur Indonesia.
Nama Ariel tak asing di kalangan masyarakat Kota Tomohon, Sulut.
Ia diketahui merupakan suami dari Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Gladys Adolfina Rumajar.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada akhir Februari 2026.
Dalam agenda itu, pemegang saham juga menetapkan susunan direksi dan komisaris baru sebagai bagian dari penguatan kinerja perusahaan ke depan.
Penunjukan Ariel Warouw dinilai sebagai langkah strategis.
Ariel dikenal sebagai pengusaha muda asal Sulawesi Utara yang memiliki rekam jejak di tingkat nasional.
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Presiden RI Prabowo Subianto pada periode 2014–2021. Baca selengkapnya
Sejumlah penambang rakyat dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) mendatangi Wisma Negara Bumi Beringin, Selasa (3/3/2026), untuk bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK).
Bolmong Raya adalah wilayah yang terdiri dari empat kabupaten dam satu kota di Sulawesi Utara, yakni Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, dan Kota Kotamobagu
Kedatangan para penambang dipimpin sejumlah tokoh BMR, di antaranya Marlina Moha Siahaan, James Tuuk, serta Aditya Moha Siahaan.
Pertemuan tersebut membahas keresahan masyarakat penambang yang belakangan kesulitan menjual emas hasil tambang.
Kondisi itu bahkan sempat memicu rencana aksi unjuk rasa.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Gubernur YSK menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Baca selengkapnya
(Tribunmanado.co.id)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini