Bocah Kelas 6 SD di Bandung Barat Ditemukan Ibunda Tewas Bersimbah Darah, Ponsel Korban Hilang
Erik S March 04, 2026 07:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, NGAMPRAH- AS (12), bocah kelas 6 SD diduga menjadi korban pembunuhan di Kampung Warung Tiwu, RT 02/RW 16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (3/3/2026) sore. 

Bocah laki-laki tersebut ditemukan ibunya dalam kondisi bersimbah darah di lantai dua rumahnya.

"Tadi saya dikabari sama keluarganya itu sekitar jam 4 sore, saya langsung ke rumahnya sama RT. Tapi enggak berani ke atas (tempat korban ditemukan)," kata Ketua RW setempat, Dadang Ansori.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cipatat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Polisi langsung melakukan olah TKP.

Kapolsek Cipatat Kompol Iwan Setiawan mengkonfirmasi adanya penemuan mayat tersebut. Saat ini, jenazah AS telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi.

Dugaan sementara, AS meninggal dunia karena pembunuhan.

Iwan belum membeberkan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana yang terjadi hingga merenggut nyawa AS. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk menyibak misteri kematian AS.

"Kita langsung lakukan penyelidikan, bersama Satreskrim Polres Cimahi. Mudah-mudahan segera terungkap," kata dia. 

Biasanya Sambut Ibu

Mayat AS ditemukan pertama kali oleh sang Ibu inisial SS yang baru pulang dari mengajar di madrasah.

Biasanya, AS kerap menyambut kepulangan sang ibu dengan bersembunyi di bawah tangga rumah. Namun hal itu tak ditemukan SS di hari ini. Merasa janggal, SS kemudian mencari korban ke lantai 2.

"Yang bersangkutan ke lantai 2, kemudian melihat kamar mandi yang biasanya di situ ada ember terbuka tapi tidak biasanya tertutup ember tersebut," kata Iwan.

Perasaan SS semakin tak sedap. Kondisi tempat tidur di lantai 2 tak seperti biasanya, apalagi ada ceceran darah di sekitar kasur. Dari keterangan SS, lanjut Iwan, kasur dalam kondisi terbalik.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Pasangan Suami Istri di Bekasi, Keluarga Yakini Sebagai Pembunuhan

"Mencari anaknya yang biasa di bawah tangga, dan melihat ke kamar bagian atas dan melihat dalam posisi terbalik kasurnya, dibuka kasurnya, dan didapatkan anak laki-laki lakinya tertutup kasur sudah tidak bernyawa dah bersimbah darah," ujarnya.

Penemuan tersebut dilaporkan ke warga sekitar dan pihak RT dan RW setempat hingga ke Polsek Cipatat. Polisi kemudian melakukan olah TKP. Hasilnya, ditemukan luka sayatan benda tajam di bagian leher dan punggung korban.

"Hasil olah TKP dengan tim inafis, ada sekitar 4 luka di leher punggung, dan darah bersimbah di sekitar TKP," ujarnya. 

Dugaan sementara, Iwan tak menampik adanya dugaan tindak pidana berupa pembunuhan dalam peristiwa tersebut. 

"Ya benar kami tadi terima informasi terkait penemuan anak korban tindak pidana kekerasan di rumahnya. Korban ditemukan meninggal dunia, sekarang kita bawa ke RS Sartika Asih untuk pelaksanaan autopsi," kata Iwan.

Selain luka sayatan, ponsel milik korban juga raib. Hal itu diketahui dari pemeriksaan polisi dan keterangan langsung dari ibu korban inisial SS.

"(Ada yang hilang?) Ada, HP korban hilang, yang biasa digunakan korban dan itu sudah dibenarkan oleh ibu korban," ujar Iwan.

Polisi saat ini tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap benang merah dari peristiwa tersebut. Kuat dugaan, AS merupakan korban pembunuhan.

"Diduga, anak korban tindak pidana kekerasan di rumahnya," tandasnya. 

 

dan

Tragis Kondisi Bocah SD yang Tewas Diduga Dibunuh di Cipatat KBB, Ada Luka Sayat, HP Hilang

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.