3 Bibit Siklon Muncul di Sekitar Indonesia, BMKG: Waspada Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
Whiesa Daniswara March 04, 2026 09:14 AM

TRIBUNNEWS.COM - Dinamika atmosfer di sekitar Indonesia kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya tiga bibit siklon tropis yang terpantau aktif di wilayah perairan sekitar Tanah Air. 

Kehadiran sistem ini diperkirakan memperkuat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta menunjukkan tiga gangguan tropis, yakni 90S di Samudra Hindia selatan Jawa bagian barat, 93S di kawasan barat laut Australia, dan 92P di sekitar Teluk Carpentaria dekat Papua Selatan.

Menurutnya, meski tidak semuanya akan berkembang menjadi siklon tropis penuh, ketiganya tetap berpengaruh terhadap pola cuaca di Indonesia. 

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks),” terang Faisal, dikutip dari laman bmkg.go.id.

Sistem Atmosfer Menguat, Awan Hujan Meluas

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa bibit siklon 90S memiliki peluang paling besar untuk berkembang dalam 24–48 jam ke depan.

Sementara dua sistem lainnya cenderung lebih lemah, namun tetap memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Secara teknis, kehadiran bibit siklon meningkatkan perbedaan tekanan udara yang kemudian mempercepat aliran angin di permukaan. 

Di saat yang sama, suhu muka laut di selatan dan timur Indonesia yang relatif hangat menjadi “bahan bakar” tambahan bagi pertumbuhan awan konvektif. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Depok Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026, BMKG: Hujan Ringan dari Siang hingga Petang

Pertemuan massa udara di sekitar Bali hingga Nusa Tenggara Timur turut memperluas area hujan.

Wilayah yang diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. 

Angin kencang juga berpotensi terjadi di sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Lampung, Maluku, Sulawesi Selatan, serta pesisir selatan Papua Selatan.

Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menambahkan bahwa peningkatan kecepatan angin turut memengaruhi tinggi gelombang di beberapa perairan Indonesia.

Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, serta Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai. 

Sementara itu, gelombang 2,5–4 meter diprakirakan muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten sampai Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

Nelayan dan operator transportasi laut diimbau memperhatikan pembaruan informasi cuaca sebelum berlayar guna meminimalkan risiko kecelakaan.

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan

Periode 2–4 Maret 2026

Secara umum, cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang. 

Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua.

BMKG menetapkan status Siaga (hujan lebat–sangat lebat) untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Potensi angin kencang juga perlu diantisipasi di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan.

Periode 5–8 Maret 2026

Memasuki periode berikutnya, pola hujan ringan hingga sedang masih mendominasi. 

Namun, potensi hujan sedang–lebat diprakirakan meluas ke wilayah Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Status Siaga (hujan lebat–sangat lebat) berpotensi berlaku di Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara potensi angin kencang diprediksi terjadi di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.

(Tribunnews.com/Farra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.